Prioritaskan Cegah Karhutlah, Kapolda: Bukan Takut Dicopot

Politik  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 14:21:00 WIB | LAPORAN: AAN WAHYUDI

Prioritaskan Cegah Karhutlah, Kapolda: Bukan Takut Dicopot

NET

RMOL Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Zulkifli Adinegara mengaku pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) menjadi prioritas utama yang harus dilakukan.

"Kami peduli lingkungan, bukan takut diancam karena dicopot," ungkapnya usai usai menghadiri penandatanganan MoU Minamata Plantation dengan Universitas Sriwijaya dan membentuk Desa Mandiri Peduli Api di Palembang, Rabu (13/9).
Kapolda menambahkan, pihaknya bersama dengan TNI dan seluruh pihak telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Diantaranya, membuat sekat kanal, menyebarkan pamplet atau maklumat Kapolda mengenai larangan membakar hutan dan lahan.

"Membakar dilarang Undang-Undang (UU) dan ada ancaman hukumannya," tegasnya.

Dalam UU, menurut Kapolda, juga mewajibkan perusahaan dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran. "Pidana jika lalai. Penegakan hukum, dilakukan baik perorangan  atau korporasi," imbuhnya.

Meski dalam UU membolehkan, kegiatan membakar lahan dengan areal kurang dari 2 hektar. Kapolda menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap siapapun, baik perorangan atau korporasi yang terbukti merusak lingkungan.

"Tidak alasan, walau ada ketentuan 2 hektar boleh. Tapi, jika merusak lingkungan bisa dikenakan pasal kerusakan lingkungan," [sri]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00