RMOLSUMSEL

Home     


Rabu, 13 September 2017 , 08:45:00 WIB

Pembangunan Hotel Ibis Masih Bermasalah


Ground anchor hanya dipotong bukan dicabut/RMOLSumsel-rms

RMOL. Polemik dua grup perusahaan besar di Palembang terus berlanjut dipicu pembangunan Hotel Ibis yang merupakan milik Thamrin Group di Jalan Letkol Iskandar.

Sebagai pihak yang merasa dirugikan, PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) atau JM Group, menuding telah ada upaya membalikkan fakta oleh pihak Thamrin Group. Ini terkait dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh pembangunan Hotel Ibis tersebut.

PT SBA melalui tim kuasa hukumnya, Iir Sugiarto SH menyampaikan kemarin mengemukakan, banyak kerugian yang dialami kliennya akibat pembangunan Hotel Ibis.

Ditegaskan Iir, kerugian tersebut semakin parah dialami kliennya setelah disinyalir ada upaya untuk memutarbalikkan fakta, dengan disebutkan bahwa ground anchor yang menjadi penyebab kerusakan (akibat pembangunan Hotel Ibis) telah dicabut.

"Ada ucapan tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang diucapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa, terkait permintaan kami kepada pihak Hotel Ibis untuk mencabut ground anchor yang menyebabkam kerusakan pada lahan milik klien kami," jelasnya.

Iir menerangkan, padahal pada hari Jumat tanggal 8 September 2017 bertepatan dengan reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Palembang, dimana dimuat di beberapa media, disebutkan ground anchor yang menyebabkam kerusakan pada bangunan kliennya hancur, telah dicabut.

Namun berdasarkan fakta di lapangan, lanjut Iir, ground anchor itu hanya dipotong. Itulah kenapa muncul dari hasil pencermatan, ada bahasa yang diputar dari fakfa kejadian yang sebenarnya dan akan semakin menyebabkan kerugian pada pihak kliennya.

Ia menuding apa yang disampaikan Sekda tanpa melihat fakta di lapangan, justru menimbulkan masalah baru yang menyebabkan lahan kliennya semakin longsor.

"Jadi seolah-olah kami yang meminta tapi kami yang menanggung akibatnya sendiri," ucapnya.

Harus diketahui, sambung Iir, turunnya tanah di kawasan tersebut akibat adanya ground anchor dan tidak ada penyebab lain. Hingga sekarang pihak pengembang belum mencabut ground anchor yang dipasang di lahan milik kliennya tersebut.

"Kami berikan waktu 2×24 Jam agar Sekda dapat memberikan klarifikasi. Karena jangan sampai ada perlindungan terhadap pembangunan Hotel Ibis yang telah menyebabkan banyak kehancuran di sekitar area," tandasnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekda Kota Palembang Harobin Mastofa mengatakan, dia belum mengetahui bahwa ground anchor ini belum dicabut.

"Oh belum dicabut ya? Karena waktu kita ke lapangan mereka bilang akan dicabut.  Kita akan tetap minta komitmen mereka untuk mencabut ground anchor tersebut.  Jangan hanya dipotong," tegasnya.

Dijelaskan Sekda, saat  ke lapangan sekitar bulan Juli lalu, pihaknya sudah meminta pengembang untuk memperbaiki tanah yang amblas. Bahkan saat itu pihaknya membuat perjanjian tertulis sebagai bukti kesanggupan pengembang untuk memperbaikinya.

"Pihak Thamrin Group meminta waktu selama tiga bulan dan janji inilah yang ditunggu;  jalan dibeton, drainase diperbaiki,  tanah amblas ditimbun. Jika sampai 3 bulan Thamrin tidak memenuhi janjinya maka kita akan beri sanksi lain," tegas Sekda. [raden mohd solehin]

Dukungan untuk Harno ...

Lewat surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum ...

Komandan Brimob Diba ...

Komandan Kompi (Danki) 1 Brimob Petanang  AK ...

Semangat Kejar Medal ...

Memasuki hari terakhir Cabang Olahraga atletik ...

Siap Bertanding

Sebanyak 40 medali emas diperebutkan dalam cabang ...

Paparan Asian Games ...

Untuk memastikan persiapan Asian Games 2018 berja ...

Dapat Dukungan Parta ...

Tim Rumah Perjuangan Harnojoyo dan Fitri Agustind ...

Terakhir Jadi Inspek ...

Hari jadi kabupaten Muara Enim yang ke-71, bersa ...

Tutup Sumur Minyak I ...

Petugas mulai melakukan penutupan sumur minyak ile ...

Wujudkan Sumsel Smar ...

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin resmi mela ...

Save Pohon

Truk fuso bermuatan makanan intans terguling dan ...

POLITIK
Jakarta Utara Terbersih, Medan Terkorup, Palembang Tak Disurvei

Rabu, 22 November 2017 , 18:30:00 WIB

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tertinggi diraih Kota Jakarta Utara, sementara Kota Medan menjadi yang terkorup di antara 12 kota di Indonesi ...

EKONOMIBank Dunia Sorot Anggaran Pendidikan Indonesia

Rabu, 22 November 2017 , 23:37:00 WIB

Besaran anggaran pendidikan Indonesia mendapat sorotan Bank Dunia. Hal ini lantaran anggaran yang dikeluarkan tidak berbanding lurus dengan ...

SOSIALSeramnya Lewati Perbatasan Ini, Aparatnya Pada Kemana!

Rabu, 22 November 2017 , 15:12:00 WIB

Kawasan perbatasan antara Lampung-Palembang tepatnya di Pematang Mesuji Lampung menjadi daerah yang paling menyeramkan bagi sopir truk dan ...

KRIMINALBandit Bermotor Rampas Android Mahasiswi Cantik, Manyun Deh..

Rabu, 22 November 2017 , 19:13:00 WIB

Kawanan jambret yang kerap beraksi di jalan lalu-lintas kota Palembang semakin meresahkan saja, kian hari semakin banyak warga ya ...

POLLING

Pentingkah Event Internasional Untuk Masyarakat Sumsel?
Penting
Tidak Penting
Tidak Menjawab
  Polling Yang Lalu