Lounching PPO Hindari Pungli, Ida Fitriati: ASN Tinggal Duduk Manis

Ekonomi  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 12:09:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Lounching PPO Hindari Pungli, Ida Fitriati: ASN Tinggal Duduk Manis

Walikota Pagaralam Hj.Ida Fitriati Lounching PPO/RMOLSUMSEL/Delta Handoko

RMOL. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Pagaralam tahun 2017 yang telah memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) akan terlayani klim otomatis pencairan pensiun atau dengan istilah Less Paper melalaui program Penetapan Pensiun Otomatis yang digulirkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan di lounching oleh Pemerintah Kota Pagaralam Melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Pagaralam.

Pantauan RMOLSumsel, Selasa (12/9) lounching Less Paper tersebut di laksankan di Gedung Seminar Gunung Gare yang dibuka Langsung Oleh Walikota Pagaralam Hj.Ida Fitriati di hadapan seluruh ASN yang akan memasuki BUP dilingkup Pemerintah Kota Pagaralam dan dihadiri oleh kepala Kantor regional VII BKN Sumatera Selatan Gede Putra Suastika.

Menurut Kepala Kantor Regional VII BKN Provinsi Sumatera Selatan, Gede Putra Suastika,sebagai perusahaan milik negara yang ditugaskan menangani ansuransi dan pensiunan, pihak taspen berkomitmen meningkatkan pelayanan dengan melakukan jemput bola untuk mengurus proses ASN yang akan memasuki masa pensiun.

"Jadi seluruh PNS yang nanti memasuki usia pensiun tinggal duduk manis, karena taspen akan proaktif menyelesaikam berbagai data dan berkas yang diperlukan sebagai persyaratan pengusulan pensiun," ujarnya.

Sementara Walikota Pagaralam Hj.Ida Fitriati menambahkan,program ini sangat memberikan keringanan bagi seluruh ASN di lingkup pemkot Pagaralam yang akan memasuki masa pensiun.

Pasalnya,sebagai Kabupaten/Kota yang kedua di sumsel lonching Less Paper dilakukan,akan mempermudah ASN mengurus proses pensiun yang sudah tidak menggunakan kertas lagi.

"Kedepanya nanti pengurusan pensiun tidaklah susah dan disibukan dengan berbagai macam berkas apalagi harus mondar-mandir kesana sini, namun kita sudah bisa sedikit santai dengan menyiapkan berbagai macam persyaratan saja dan tidak harus menunggu waktu yang lama untuk SK pensiun atau surat pemberhentian gaji karean sudah bisa langsung keluar," tukas Wako.

Untuk itu,Kata Wako,masa pensiun haruslah disambut dengan gembira dengan persiapan-persiapan matang setelah pensiun sehingga masa pensiun tidak habis terbuang begitu saja.

"Karena pensiun adalah proses alamiah,yang semua orang (ASN) pasti akan melaluinya sesuai dengan ketentuan bahawa usia paling tua bagi ASN adalah 58 tahun," ucapnya.

Kemudian,melalui program ini juga Wako mengatakan,tidak hanya meringankan ASN yang akan mengurus pensiuna namun juga menghindarkan tindakan yang tidak baik sesama ASN,contohnya ada oknum ASN yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta sejumlah uang sebagai persyaratan mengurus berkas pensiun.

"Artinya yang namanya jeruk makan jeruk (ASN meminta uang dengan sesama ASN) tidak akan ada lagi,karena hal itu sudah termasuk pungli," pungkasnya.[rik]

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 09:45:00

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

RABU, 10 JANUARI 2018 , 12:31:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00