RMOLSUMSEL

Home     


SANDANG STATUS KOTA, PRABUMULIH MASIH MEMILIKI WARGA TANPA MCK
SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 21:40:00 WIB
LAPORAN: DEDE SUHEN

  

RMOL. Meskipun Prabumulih menyandang status daerah urban (kota), masyarakatnya masih banyak yang belum memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) memadai.

Dari data yang berhasil dihimpun Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Prabumulih, sebanyak 8,3 persen masyarakat belum memiliki fasilitas MCK.

"Saat ini sudah mencapai 91,7 persen masyarakat yang memiliki fasilitas MCK. sisanya belum," ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr Tedjo melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Sugiyarto.

Dari persentase tersebut, sebanyak 15,9 persen masyarakat di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Prabumulih Barat belum memiliki MCK.

 "Itu jumlah terendah," ujarnya.

Lebih jauh, Sugiyarto menerangkan, masyarakat yang belum memiliki MCK tersebut rata-rata bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelekar.

"Mereka punya jamban, namun pembuanganya langsung ke sungai tanpa ada tempat penampungan," terangnya.

Menurut Sugiyarto, faktor masih adanya yang belum memiliki fasilitas MCK tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat khususnya di pedesaan.

"Kendalanya masalah perilaku masyarakat. Pernah kita buat MCK umum, tapi realitanya masyarakat dipedesaan memilih sungai ketimbang MCK yang dibangun tersebut," jelasnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, kata Sugiyarto, Dinas Kesehatan melalui penyuluh di Puskesmas-Puskesmas melakukan sosialisasi.

"Bahayanya, kebiasaan buruk tersebut dapat menyebabkan masyarakat terkena diare. Karena memanfaatkan air sungai untuk seluruh keperluan," bebernya.

Adapun upaya lainnya, tambah Sugiyarto, pihaknya juga memberikan bantuan berupa dana untuk pembangunan jamban dirumah warga.

"Program ini sudah berjalan dari 2011. Jadi kita pinjamkan uang Rp 2,5 juta, nanti uang tersebut digunakan untuk membangun fasilitas MCK. Warga nantinya tinggal menyicil angsuran pinjaman tersebut," tambahnya. [ida]


Baca juga:


Komentar Pembaca






Berita Populer

Disomasi Posbakum PN Baturaja, Jawaban Kepala Unit Pasar Ini Bikin Dongkol
PT SBA Minta Penerbit SK Palsu Pembangunan Hotel Ibis Harus Dipenjara
Ngambil Agunan di Bank Harus Bayar Rp 5 Juta, Kok Gitu!