Fitri Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk

PEMKOT PALEMBANG  MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 , 23:23:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

RMOL. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diselenggarakan di gedung RRI Palembang, Sabtu (9/9).

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Selatan ini dalam rangka hari ulang tahun Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy (Romi) yang ke-43, yang hadir langsung dalam pagelaran wayang kulit tersebut.

Fitrianti Agustinda merasa senang karena bisa merayakan ulang tahun M Romahurmuziy bersama di Palembang sembari menyaksikan wayang kulit. Menurut Fitri, M Romahurmuziy merupakan salah satu sosok panutannya dalam dunia politik.

"Beliau ini salah satu tokoh panutan saya di dunia politik, sikap politik santun yang diunjukkan beliau selama memimpin partai islam terbesar patut kita contoh, dan luar biasanya hari ini kami bisa merakayakan ulang tahunnya di Palembang bersama juga para kader PPP Sumatera Selatan, tentu suatu kehormatan bagi kami warga Palembang, dan terimakasih kepada bapak Romahurmuziy atas perayaan ultahnya disini dan memberikan hiburan wayang kulit semalam suntuk," ujarnya.

Sementara itu Romahurmuziy juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan yang ditunjukkan masyarakat Palembang kepadanya, utamanya para kader PPP dan khusus kepada Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda.

Menurutnya Palembang saat ini begitu pesat perkembangannya, menjadi salah satu kota primadona saat ini untuk dikunjungi.

"Bicara soal Palembang tentu seperti magnet yang menarik orang untuk berkunjung kesini, Palembang semakin maju, perkembangan yang begitu pesat, hal ini karena kerja keras elemen pemerintahannya dan masyarakat, mari kita dukung program-program Pemerintah Kota Palembang," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengucapkan terima kasih, dan baru ini selama 43 tahun ini dirayakan dengan adanya wayang kulit.

"Semoga menjadi lebih baik karena setiap hari umur semakin berkurang tetapi dosa semakin bertambah," tutur Romi.

Ia menjelaskan juga dipilihnya wayang kulit ini karena Sunan Kalijaga pernah menjadikannya sebagai alat dakwah.


"Wayang kulit ini peninggalan sunan, pendekatan yang menjadikan Islam yang merangkul bukan memukul," terangnya.

Ia menceritaka sepenggal kisah yang akan dimainkan dalam pegelaran wayang kulit tersebut. Intinya cerita tersebut hampir sama dengan kondisi PPP saat ini yang didalam nya ada sengkuni untuk memecah belah, tapi akhirnya datang Gatot Kaca untuk membuat damai.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini mempertunjukan cerita 'Brojodento Mbalelo'. Pagelaran dimulai sekitar pukul 21.30 WIB. [rel/rms]



Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00