Bagi Pejabat yang Ingin Tempat Basah, Bupati OKU Menawarkannya..

Politik  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 20:18:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Bagi Pejabat yang Ingin Tempat Basah, Bupati OKU Menawarkannya..

Bupati OKU saat melantik 244 pejabat/RMOLSumsel-win

RMOL. Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Kuryana Azis mengatakan, pelantikan atau rotasi pejabat dalam sebuah organisasi ataupun lembaga, adalah hal yang biasa. Apalagi bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Karena itu para pejabat yang terkena rotasi, digeser ataupun digantikan orang lain dimintanya  dapat menerima dengan lapang dada. Karena jabatan adalah amanah yang ditugaskan oleh pimpinan daerah.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat melantik 244  pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional yang diberi tugas tambahan kepala sekolah di lingkungan Pemkab OKU. Pelantikan bertempat di Pendopoan rumah kabupaten, Jumat (8/9).

Lebih lanjut dikatakan Kuryana, jabatan adalah sebuah kepercayaan yang harus dipikul. Dan jabatan tidak bisa pilih-pilih.

"Dak bisa begitu (pilih-pilih). Mau jadi Sekda, mau jadi kepala sekolah mau jadi ini, mau jadi itu, enak saja. Kacaulah kalau milih-milih," cetusnya.

Selain itu, Bupati mengaku tidak ada istilah "jabatan basah" ataupun kering dalam kamusnya perihal jabatan yang diberikan.

Jabatan basah sendiri merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut satu posisi atau jabatan di pemerintahan yang kerap bersinggungan dengan uang atau banyak 'lokak'.

"Dak ada jabatan basah atau kering. Saya juga tidak tahu mana basah mana kering. Yang jelas kalau mau basah, ke tempat Himda. Basah nian kamu," seloroh bupati disambut tawa hadirin yang hadir.

Maksud bupati, kalau ada pejabat yang kepingin basah, datang langsung pada Dinas Pemadam Kebakaran yang dipimpin Himda Faruzal. Dinas ini bisa memberikan semprotan air menggunakan semprotan mobil pemadam kebakaran.

Karenanya, Bupati mengaku tak suka jika ada pejabat yang berpikir seperti itu (tentang ada lokaknya atau tidak pada jabatan yang diemban).

"Kalau sudah berpikir demikian, indikasinya sudah lain. Berarti ada apa-apanya ini," tegas dia mengingatkan.  [ida]

Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00