RMOLSUMSEL

Home     


GMPG PASTIKAN PEMECATAN KETUANYA MELANGGAR PROSEDUR
RABU, 06 SEPTEMBER 2017 , 07:30:00 WIB

AHMAD DOLI KURNIA/NET
  

RMOL. Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) memastikan pemecatan ketuanya Ahmad Doli Kurnia dari kader akibat kesalahan kepemimpinan di Golkar.

"Pemecatan Doli adalah malpraktek leadership yang seolah mau membungkam GMPG yang mengkampanyekan Golkar Bersih," jelas kata anggota GMPG Mirwan Bz. Vauly dalam keterangannya, Rabu (6/9), seperti diberitakan RMOL.
 
Mirwan menilai ada yang menikmati kondisi partai yang saat ini mengalami banyak masalah. Kondisi itu berbahaya kalau dibiarkan berlarut-larut.

"Seolah kondisi ini ada yang menikmati dan ini justru berbahaya buat partai Golkar. Kalau dibiarkan akan berdampak buruk," katanya.

Anggota GMPG lain Sirajuddin A. Wahab menyebut bahwa pemecatan Doli tidak melalui prosedural yang benar.

"Semua tidak berdasarkan pemanggilan terlebih dahulu atau melalui prosedural baku yang berlaku," ujarnya.

Sirajuddin mengaku sampai saat ini GMPG atau Doli sekalipun belum pernah menerima surat pemanggilan atau melakukan agenda pertemuan secara khusus membicarakan internal Golkar.

"Kami sama sekali tidak pernah bertemu dan kalau dibilang ada pertemuan itu bohong. Artinya pemecatan ini juga menjadi cacat prosedural karena tidak lewat rapat pleno atau setingkatnya," jelasnya.

Dia memastikan bahwa pemecatan Doli tidak akan menyurutkan perjuangan GMPG dalam menyerukan Gerakan Golkar Bersih.

"Kami tidak terpengaruh terhadap yang terjadi oleh Doli, kami tetap terus jalankan Gerakan Golkar Bersih. Bahkan mengajak kader di seluruh Indonesia bisa bergabung," tegasnya. [sri] 


Baca juga:
PENETAPAN TERSANGKA SITI BIKIN MALU GOLKAR
ALMANZO BONARA: SITI JADI TERSANGKA BIKIN MALU GOLKAR
AGUNG LAKSONO SANGSI PEMECATAN DOLI SESUAI PROSEDUR
TITIEK SOEHARTO PUNYA PELUANG AMBIL ALIH PARTAI GOLKAR
GENERASI MUDA GOLKAR DESAK SETNOV MUNDUR


Komentar Pembaca






Berita Populer

Orang Ini Disebut Juara 1 Koruptor di Indonesia
Ida Fitriati Jadi Calon Tunggal PBB
Dua Penguasa Pagaralam Bersaing Tunggu SK PBB