RMOLSUMSEL

Home     


DAGING KAMBING LEZAT DAN SEHAT, INI TIPS MENGONSUMSINYA
JUM'AT, 01 SEPTEMBER 2017 , 20:20:00 WIB

SATE KAMBING/NET
  

RMOL. Bisa dipastikan, di Hari Raya Idul Adha ini banyak warga masyarakat menikmati daging kurban seperti kambing, sapi atau kerbau.

“Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya,” ujar Ari Fahrial Syam MD,PhD, FACP, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dalam keterangan tertulisnya yang dilansir dari JPNN hari ini.

Mitos yang beredar di tengah masyarakat antara lain, pertama, makan daging kambing menaikkan tekanan darah.

Dengan mitos ini, masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi (TD < atau = 90/60) akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik.

Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi karena berbagai sebab, kelelahan atau kurang tidur.

Tensi yang rendah, kaka dokter Ari, juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahka gagal jantung.

“Tapi pada sebagian masyarakat tanpa melihat kenapa TD-nya rendah langsung menkonsumsi daging kambing secara berlebihan. Kalau tensi turun karena gangguan jantung makan daging kambing justru akan fatal dan memperburuk keadaan,” ujar The Chairman of Indonesian Society of Digestive Endoscopy, itu.

Kedua, mitos torpedo kambing atau testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual.

“Ternyata hal ini pun tidak sepenuhnya benar. Memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan,” terangnya.

Daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi mengandung tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh.

“Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita,” ungkapnya.

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.

“Daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama Hari Raya Kurban mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita,” imbuhnya.

Dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Kalau kebetulan penyakit GERD, maka GERD-nya akan bertambah parah setelah menkonsumsi daging kambing berlebihan. Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah.

“Oleh karena itu hal penting yang harus diperhatikan buat suadara-saudara kita yang siap-siap mengosumsi daging kurban, silahkan mengosumsi daging kurban dan jangan berlebihan. Dan jangan lupa imbangi banyak makan buah dan sayur mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan,” saran dokter Ari.

“Salam sehat, selamat makan daging kurban dan tetap sehat,”  katanya. [ida]


Baca juga:
NPHD DITANDATANGANI, ANGGARAN PILGUB MASIH BISA MEMBENGKAK
NPHD DITANDATANGANI, ANGGARAN PILGUB RP 318 MILIAR
PEMKAB DAN KPU TEKEN NPHD
KPU: DANA HIBAH BUKAN BERARTI KITA SELINGKUH DENGAN PETAHANA
ANGGARAN PILKADA PAGARALAM TEMBUS RP27,6 M


Komentar Pembaca






Berita Populer

Punya Wahana Permainan Anak, RSUD Ibnu Soetowo Makin Paripurna
Biar Gak Salah Persepsi, Alokasi Anggaran RSUD Gede Karena Ini Lho..
Ketahuilah, Ini yang Bikin Seseorang Kecanduan Seks