RMOLSUMSEL

Home     


JARANG TERJADI, NGABEN MASSAL DI BANYUASIN
SENIN, 28 AGUSTUS 2017 , 09:35:00 WIB

NGABEN MASSAL DI DESA PANGESTU KECAMATAN MAKARTI JAYA/RMOLSUMSEL/ISTIMEWA
  

RMOL. Keberagaman suku dan agama di Banyuasin memang patut mendapat apresiasi tinggi. Plt. Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM turut serta membaur bersama ratusan warga Makarti Jaya pada acara Ngaben Massal di Desa Pangestu Kecamatan Makarti Jaya, Minggu (27/08).

Upacara Ngaben massal di pura Desa Pangestu tahun ini ada 17 jenazah yang dikremasi didatangkan dari berbagai daerah. ”17 jenazah ini berasal dari Kecamatan Makarti Jaya, dan beberapa daerah lain. Bahkan ada yang berasal dari Muara Enim.” kata Camat Makarti Jaya Surono.

Menurut Plt. Bupati, Upacara  Ngaben bersama memiliki keuntungan diantaranya menghemat dana dan mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan umat beragama. Ia pun sangat mengapresiasi masyarakat yang menjaga kebersamaan tanpa terkotak-kotak.

“Saya ingin menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi dan memupuk semangat kebersamaan sesama keluarga Hindu di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin” ungkap Plt. Bupati Banyuasin.

“Saya merasa bangga menjadi bagian dari keberagaman di Banyuasin tercinta ini. Acara Ngaben Massal ini jarang terjadi. Saya pun berharap, kedepan Umat Hindu memiliki Pura Kabupaten yang mampu menjadi simbol kebesaran masyarakat Hindu di Banyuasin,” lanjut Supriono.

Sementara, dijelaskan Pengurus Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Prov.Sumsel Made Suharsana, S.Pd., MM, upacara ngaben merupakan prosesi penting bagi umat Hindu karena merupakan bentuk penghormatan dari orang yang ditinggalkan. Setelah pengabenan, abu jenazah selanjutnya akan dilarung.

“Jenazah yang menjadi tulang tidak akan kembali dikubur di tanah. Karena itu, tulang jenazah tersebut harus dibakar dengan istilah kremasi untuk mengembalikan tulang-tulang itu yang asalnya dari api menurut kepercayaan umat Hindu,” jelas Made Suharsana

Suharsana mengatakan Ngaben Massal ini telah dilakukan beberapa kali, setelah sebelumnya juga dilakukan pada tahun 2013. “Upacara Ngaben massal di Makarti Jaya ini setidaknya dilakukan lima  tahun sekali,” katanya.

Ngaben merupakan upacara mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta yakni lima unsur pembangun badan kasar manusia kepada asalnya masing-masing agar tidak menghalangi perjalanan Atma ke Sunia Loka untuk bertemu dengan sang pencipta.

Hadir dalam Upacara Ngaben Massal Ketua Badan Penyiaran Hindu Dharma Surya Adnyana, S.Sos., Pengurus Wanita Hindu Dharma Ida Ayu Putu Gayatri, SH., Ketua PHDI Desa Pangestu Ida Bagus Suastika, para Kepala OPD Banyuasin, Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat Makarti Jaya.

Usai mengikuti Upacara Ngaben massal, Plt Bupati bergegas membuka turnamen sepak bola sekecamatan Makarti Jaya di Kelurahan Makarti Jaya. Turnamen yang diikuti oleh 30 klub ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 72.[bubun/rik]


Baca juga:
HADEUH! SUDAH TUA, KETUA RT INI MASIH DOYAN NGEDOT
NGAMAR DENGAN PEREMPUAN, HASANUDIN TEWAS DI HOTEL
BALON WALIKOTA-WAWAKO BERGUGURAN
TARIF LRT DITETAPKAN RP 10 RIBU
YUSRIL IHZA MAHENDRA KE PAGARALAM


Komentar Pembaca






Berita Populer

Kota Jeddah Seperti Sungai, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?
Alex: Tidak Heran Sumsel Lirikan Dunia