Jokowi Masuk Nominasi Pesantren Aulia Cendekia Santri Award 2017

Sosial  SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 20:20:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Jokowi Masuk Nominasi Pesantren Aulia Cendekia Santri Award 2017

h hendra zainudin/rmolsumsel-aar

RMOL. Presiden RI Joko Widodo masuk sebagai salah satu nomine Bapak Santri Indonesia dalam ajang penganugerahan Santri Award 2017, yang digagas Pesantren Aulia Cendekia.

Selain Jokowi, pada kategori Santri Award 2017 nama Muhaimin Iskandar alias Cak Imin Ketum PKB  juga masuk nominasi Bapak Santri Indonesia.

Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Aulia Cendekia  H Hendra Zainudin mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang akan jatuh pada 22 Oktober mendatang, Pondok Pesantren Aulia Cendekia akan memberikan penghargaan bagi orang-orang yang berjasa dalam kemajuan ponpes di Indonesia. Pemberian penghargaan ini dikemas dalam acara Penganugerahan Santri Award 2017.

Menurut Hendra, Santri Award yang digagas sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak yang sudah berkontribusi untuk ponpes, baik dari pemikiran, perhatian, bantuan dan lain sebagainya.

Pada Santri Award ini lanjut Hendra akan ada 5 kategori penghargaan, diantaranya Kategori Bapak Santri Indonesia, Bapak Santri Sumsel, Perusahaan, Pesantren Terbaik, dan Alumni Pesantren Berprestasi.

Untuk kelima kategori ini, tambah Hendra,  pada kategori Bapak Santri Indonesia ada 2 kandidat, Bapak Santri Sumsel ada 4 kandidat, kemudian perusahaan yang peduli dengan ponpes ada 2 perusahaan, sedangkan untuk kategori Aumni pesantren yang berprestasi ad 4 orang dan pesantren terbaik ada 4 pesantren.


"Pertemuan kami hari ini untuk membahas sekaligus mengevaluasi nama-nama yang akan diberikan penghargaan sesuai dengan lima kategori itu. Insyaallah akhir Agustus ini sudah kita SK kan namanya dan September akan diinformasikan untuk penyerahan penghargaan Oktober mendatang," katanya.

Hendra menjelaskan masuknya nama Jokowi sebagai salah satu nominator Bapak Santri Indonesia lantaran dia menilai Presiden RI ke 7 tersebut berjasa dalam dunia santri di Indonesia dengan menetapkan 22 Oktober sebagai hari Santri.

"Seperti contoh Pak Jokowi yang masuk sebagai salah satu nominator karena sangat berjasa membuat Hari Santri Nasional, itu kebangaan bagi seluruh santri yang ada di Indonesia," imbuhnya.


Hendra berharap acara penghargaan ini dapat membuat orang lebih peduli terhadap pondok pesantren di Indonesia dan khususnya di Sumsel.


Ditanya soal bahaya masuknya paham radikalisme di lingkungan ponpes, Ia menegaskan, bahwa bagi santri NKRI merupakan harga mati. Ini berarti setiap ada ideologi atau pemahaman yang menyimpang dari ajaran islam otomatis langsung dicegah.


"Kita ada Program Santri Bela Negara. Jadi setiap santri kita diajarkan tentang kesatuan dan persatuan Negara Indonesia. Selain itu, kita juga seringkali meminta bantuan pada Nahdlatul Ulama yang juga sangat konsern dengan persatuan dan kesatuan bangsa," paparnya. [ida]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00