RMOLSUMSEL

Home     


CALON ANGGOTA BAWASLU SUMSEL JADI SOROTAN KARENA INI...
SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 12:35:00 WIB
LAPORAN: SUHARDI

ILUSTRASI
  

RMOL. Keputusan Tim Seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Nomor: OO4/TimseI/Bawaslu-Prov.SS/Vlll/2017 Tentang Pengumuman Hasil Test Tertulis, Test Kesehatan, Test Psikologi Tahap 1 calon anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan pertanggal 15 Agustus Tahun 2017,  mendapat sorotan dari masyarakat.  

Ferry warga Buay Madang OKU Timur  yang memasukan laporan  pada Senin (21/08) ke Bawaslu Sumsel. Laporan yang disampaikan Fery berupa masukan ke Panitia Seleksi anggota Bawaslu) Sumsel untuk menelusuri rekam jejak calon anggota Bawaslu Sumsel yang tengah mengikuti tahapan seleksi penerimaan.  Pasalnya pihaknya menduga adanya pelanggaran dan dan sanksi yang telah diberikan kepada salah satu calon Anggota Bawaslu Sumsel, atas nama Leo Budi Rachmadi yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPU OKU Timur.

“Dari keputusan tersebut kami sebagai warga masyarakat yang peduli pemilu bersih di  Sumsel menanggapi akan kredibilitas para calon anggota Bawaslu Sumsel yang kami anggap sangat diragukan karena diduga banyak kesalahan dan pelanggaran yang telah dilakukan oleh  calon atasnama Leo Budi Rachmadi SE, tidak layak dan tidak pantas dijadikan Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya usai memasukan pengaduan.

Fery memaparkan, Leo saat ini masih menjabat sebagai Anggota/Ketua KPU OKU Timur terbukti telah melakukan pelanggaran Administrasi Pemilu yang berdasarkan hasil keputusan yang dikeluarkan oleh KPU Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 14 September Tahun 2015 keputusan KPU Provinsi Sumatera Selatan Nomor : 162/KPTS/ KPU.006/lX/2015 dengan dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran Administrasi Pemilu yang mencakup penyimpangan terhadap tata kerja KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, KPU/KIP Kabupaten] Kota, PPK, PPS, PTLN, KPTS/ KPTSLN dengan demikian Sdr. Leo Budi Rahmadi, SE secara sah dan meyakinkan dinyatakan tidak patut dan tidak pantas lagi mencalonkan diri apalagi menjadi Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera selatan terkait pelanggaran Undang-undang dan syarat sebagai calon penyelenggara pemilu.

“Sebagai tindak lanjut pengaduan dugaan Pelangaran Pemilukada Kabupaten OKU Timur tahun 2015 Bawaslu Republik Indonesia pernah mengeluarkan surat Nomor 0068/k.BawasIu/PM.06/Il/2016 bahwa KPU OKU Timur dalam hal ini Leo Budi Rahmadi untuk diproses dengan diteruskan pada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” tegas Ferry sambil membeberkan bukti hasil keputusan dari KPU Sumsel.

Selanjutnya Ferry menyampaikan bahwa Saudara Leo Budi Rahmadi, SE tidak patut dan tidak pantas sebagai penyelenggara pemilu karena secara hukum yang bersangkutan telah melanggar peruturan perundang undangan.

“Kepada Tim Seleksi calon Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Bawaslu Rl, kami minta untuk menolak dan menggugurkan Sdr. Leo Budi Rahmadi sebagai Calon anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan periode 2017-2022,” tegasnya.  

Sementara itu Hasanuddin Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten OKU Timur, ketika diminta keterangan membenarkan apa yang disampaikan Ferry.  Melalui Telepon selular Hasananuddin membenarkan laporan tersebut.

“Pelanggaran tersebut saat pemilihan Bupati OKU Timur.  Dimana Saudara Leo menerima berkas yang belum lengkap dan melanggar tahapan pemilukada yang sudah ditetapkan. Rekomendasi Bawaslu RI harusnya dibawa ke DKPP namun kami Panwas OKU Timur tidak bisa mengawal karena sifatnya adhok bubar selesai tahapan Pilkada, “beber Hasanuddin.

Hasanuddin pun menambahkan jika Saudara Leo selain melanggar tahapan Pilkada juga melakukan pelanggaran lain. yakni mencetak surat suara tidak berdasarkan aturan.

“Harusnya surat dicetak sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan ditambah tidak lebih dari 2% dari DPT,  namun saudara Leo Sebagai ketua KPU OKU Timur mencetak lebih dari ketentuan yang berlaku.  Namun sekali lagi karena sifat Panwas Adhok kami tidak bisa mengawal kasus ini, tutupnya.

Sementara Itu Kasubag Administrasi Bawaslu Sumsel Tri Effendi, membenarkan jika ada pengaduan dari masyarakat OKU T terhadap salah satu Calon Bawaslu Sumsel yang tengah mengikuti tes.

"Iya bener ada pengaduan ditujukan kepada calon Bawaslu Sumsel yang saat ini masih menjabat KPU OKUT, dan isinya kami tidak mengetahui. Pengaduan ini akan disampaikan ke panitia seleksi Bawaslu Sumsel," singkatnya.

Sementara itu, Leo saat dihubungi via telepon mempertanyakan laporan yang telah disampaikan warga tersebut.

"Yang pertama pertanyakan dulu itu surat resmi atau tidak, siap yang melapor. Itu bisa jadi surat kaleng kalau orangnya jelas itu bisa dikonfirmasi. Yang Kedua pelanggaran administrasi itu apa, yang dilakukan KPU Kabupaten OKU Timur pada saat pilkada kapana, pileg kapan, pilpres kapan, yang mengatakan pelanggaran administrasi lembaga apa," katanya sembari mengatakan sampai saat ini tak mendapat pelanggaran administrasi.

Anggota Tim Sel Bawaslu Sumsel, Prof Dr Alfitri menyatakan siap mendelet calon anggota Bawaslu jika terbukti melakukan pelanggaran. "Kalau laporan itu terbukti yang bersangkutan bisa didelet. Tapi laporan itu bukan surat kaleng, harus ada pelapor dan bukti yang jelas," kata Alfitri. [yip]


Baca juga:


Komentar Pembaca






Berita Populer

Inilah Nama-nama Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP
Demokrat Serahkan SK Dukungan Untuk Harnojoyo-Fitri
Kasihan! Titiek Soeharto Hanya Dijadikan Korban Permainan Politik...