Derita Leukemia, Dua Bersaudara Ini Harapkan Bantuan

Kesehatan  KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Derita Leukemia, Dua Bersaudara Ini Harapkan Bantuan

Uli Lisma Dewi dan Haza Afifa/RMOLSUMSEL/Delta Handoko

RMOL. Uli Lisma Dewi (12) dan Haza Afifa (6) putri pertama dan kedua pasangan Bapak Parianto (34) dan Ibu Yeni Marlena (32) warga Warga Gunung Dempo Kelurahan Gunung Dempo merupakan dua bersaudara yang divonis menderita Thalasemia dan Leukimia yang saat ini memerlukan uluran tangan para dermawan.

Pasalnya keduanya saat ini sedang menjalani pengobatan secara rutin di Rumah Sakit Muhammad Hoesin. Namun dengan kondisi perekonomian kedua orang tuanya yang termasuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) membuat proses pengobatan kedua anaknya sering terhambat meskipun sudah menggunakan jaminan kesehatan BPJS

Informasi dihimpun RMOLSumsel, Kamis (17/8) menyebutkan, bahwa keduanya terkena Kanker tersebut sejak lahir. Bahkan Uli anak pertama pak Parianto yang saat  ini duduk dikelas VI SD sudah didiagnosa kena kanker tersebut sejak umur 4 tahun. Sedangkan Haza Afifa sang adik didiagnosa saat berumur 3 tahun.

Mirisnya lagi,ditengah kondisi demikian, Parianto beserta keluarganya harus tinggal di perumahan sekolah dan berprofesi sehari-hari sebagai buruh harian lepas di PTPN VII sedangkan sang istri hanya bekerja sebagai penjual makanan dilingkungan sekolah tempat mereka tinggal.

Parianto sang ayah ketika dibincangi wartawan menuturkan,sakit diderita anaknya merupakan pengaruh kesamaan gen dirinya beserta sang istri.sehingga harus rutin melakukan pengobatan anak-anaknya seperti transfusi darah bahkan anaknya yang kedua disarankan untuk dilakukan chemoterapi.

Ia mengatakan,untuk melakukan pengobatan kedua anaknya itu sudah merupakan tanggung jawab mereka selaku kedua orang tua,namun dengan kondisi hidup yang pas-pas an seperti ini membuat pengobatan jadi sering terhambat lantaran tidak ada biaya atau ongkos untuk menempuh jarak dari Pagaralam-Palembang yang dalam satu bulan bisa sampai tiga kali.

"Kebetulan kita ada kartu BPJS sehingga untuk biaya perawatan dan obat obatan kita dapatkan secara gratis, tapi untuk berangkat ke kerumah sakit kadang tidak ada," tutur Parianto.

Ia menambahkan,terkadang dirinya harus rela tidak menerima gajinya karena cukup untuk membayar hutang kepada tetangga dan keluarga bilamana harus berangkat kerumah sakit.

"Buat saya penting anak saya bisa sembuh dan sehat meskipun harus gali lobang tutup lobang untuk bisa berangkat ke rumah sakit," keluhnya.

Ditanya soal pendidikan anaknya,Parianto menceritakan kalau anaknya yang tertua masih sekolah, namun karena kondisinya sakit dan sering kambuh maka sekolahnya sering tidak konsentrasi.

Sedangkan anak keduanya,baru duduk satu hari di bangku sekolah dasar,akibat sakit yang dideritanya maka sekolahnya terpaksa di istirahatkan.[rik]



Komentar Pembaca
Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00