RMOLSUMSEL

Home     


PT KAI AKAN GANTI RUGI WARGA DPR TERKENA PROYEK DOUBLE TRACK
RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 23:23:00 WIB
LAPORAN: DEDE SUHEN

  

RMOL. Proyek double track PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuat resah warga di Kota Prabumulih,  khususnya yang bermukim di daerah pinggir rel (DPR).

Sejumlah warga mengaku belum mengetahui kapan proses pembongkaran akan dilakukan dan kejelasan pasti apakah warga akan mendapat ganti rugi atau tidak setelah rumah-rumah mereka nantinya dibongkar.

"Resahlah kami ini masyarakat pinggir rel. Mani belum tau kapan disini bakal digusur samo dapat ganti rugi apo idaknyo," ungkap Yadi.

Terkait keresahan masyarakat tersebut, Kepala PT KAI Divre III Palembang, Andika Tri Putranto saat dikonfirmasi mengatakan PT KAI akan memberikan ganti rugi untuk bangunan rumah maupun tanam tumbuh yang didirikan di lahan PT KAI yang terkena dampak proyek double track.

"Saat ini tim kami telah mendata baik bangunan maupun tanam tumbuh yang ada di sepanjang aset kami, ini nantinya akan diberi ganti rugi sesuai aturan berlaku," ungkapnya didampingi Manager Humas, Aida Suryanti, Selasa (15/9).

Menurut Andika, besaran ganti rugi yang akan diberikan nantinya mengacu pada aturan direksi PT KAI. Dalam aturan tersebut, bangunan permanen akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 250 ribu per meter persegi.

"Sedangkan untuk bangunan bukan permanen akan mendapat ganti rugi Rp 200 ribu per meter perseginya," ujarnya.

Mengenai penertiban sendiri, terang Andika, saat ini pihaknya sudah mulai tahapan-tahapan seperti sosialisasi, pendataan ganti rugi dan. pembersihan lahan.

"Ini bukan pengadaan lahan namun mereka ada di lahan kami, kami pastikan juga mereka akan diberikan ganti rugi dulu baru bongkar bangunan," terangnya.

Lebih lanjut, Andika menuturkan, dari hasil pendataan sepanjang 16 km dari Prabumulih-Lembak terdapat sebanyak 188 bangunan maupun tanam tumbuh yang terkena pembongkaran. "

"Untuk masalah jalan yang buntu akibat double track tentu akan kami lihat apa itu perlintasannya karena kami tidak mengizinkan lagi perlintasan sebidang. Kalau ada lagi nanti kita usahakan tidak dilintasi, akan kita cari alternative jalan lain berkoordinasi dengan pemerintah setempat," tuturnya menambahkan. [ida]


Baca juga:


Komentar Pembaca






Berita Populer

Pemkab OKU Lelang 60 Unit Kendaraan Dinas, Buruan Online..
Pusri Luncurkan Demplot Kopi Berteknologi Tinggi
Selain Pilih Tiket Pesawat, Siapkan 3 Hal ini Saat Berlibur Bersama si Kecil