RMOLSUMSEL

Home     


PEMBANGUNAN HOTEL IBIS TIDAK SESUAI LUAS LAHAN
MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 14:16:00 WIB
LAPORAN: SADAM MAULANA

RMOL. Adanya indikasi manipulasi data luas lahan bangunan menjadikan pembangunan Hotel Ibis di Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang sudah selayaknya dihentikan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang diminta segera bersikap tegas, terlebih sudah ada rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk merevisi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menghentikan sementara aktivitas pembangunan.

"Pemkot harus segera bertindak tegas. Jika tidak di stop maka ada konsekuensi logis yang bakal diterima eksekutif," kata Pemerhati Sosial IKA Fisip Universitas Negeri Sriwijaya (Unsri) Bagindo Togar Butar Butar, Minggu (13/8).

Pembangunan Hotel Ibis menimbulkan begitu banyak persoalan. Dampak pembangunan mengakibatkan kerusakan fasilitas umum (fasum) yang intens, resahnya warga sekitar serta komitmen dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Hasil rapat wakil rakyat ditemukan berbagai kejanggalan dalam permohonan izin hingga keluarnya IMB. Misalnya, soal luas lahan saat pengajuan 2.2929.77 m2, tapi luas lahan yang bersetifikat tercantum dalam IMB hanya 1.423 m2.

Fakta ini sudah cukup menjadi alasan eksekutif untuk bertindak tegas dalam penegakan Perda. Dengan luas lahan yang tertera tentu menjadi pertanyaan, apa mungkin bisa dibangun gedung dengan ketinggian hingga 14 lantai.

Bagindo menjelaskan, semestinya Pemkot Palembang harus mendukung rekomendasi DPRD sebagai bentuk implementasi suara rakyat agar persoalan ini tidak meluas karena dampaknya sangat besar.

Kalau pemerintah sudah sanggup mengabaikan rekomendasi DPRD, Perda hingga ketentuan Undang-undang (UU), bisa disinyalir kesalahan-kesalahan seperti yang dilakukan pada pembangunan hotel ini, bisa saja terjadi pada pembangunan hotel-hotel lain.

Apalagi, pembangunan dan investasi di kota Palembang cukup tinggi mengingat adanya pelaksanaan Asian Games 2018.

"Kalau dibiarkan, nanti kesalahan-kesalahan seperti ini akan terus berlanjut. Dengan kasus ini, apa mungkin IMB lain tidak bermasalah? Tentu itu menjadi pertanyaan, karena kesalahan yang sudah fatal saja masih dianggap lazim," jelas Bagindo.

Sementara Kepala Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PU PR) Palembang Syaiful Bay mengatakan, pihaknya tidak segan-segan menyetop aktivitas pembangunan hotel Ibis kalau pengembang tidak memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa serta merta untuk menutup sementara tanpa melalui proses. Dalam hal ini, pihaknya sudah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) karena rekomendasi tim ahli tidak sesuai dengan rencana awal. "Izin sudah ada. Tapi pelaksanaan tidak sesuai dengan izin yang telah dikeluarkan," kata dia.

Ditempat berbeda, Head Legal Thamrin Group Rudi Hartono mengatakan, pihaknya mempersilahkan Pemkot Palembang untuk melakukan evaluasi terhadap IMB yang dikantongi. "Kalau untuk evaluasi izin, itu memang tugas pemerintah," ungkapnya.

Terkait rencana penyetopan aktivitas pembangunan Hotel milik Thamrin Group itu, ia justru mempertanyakan apa kesalahan Thamrin Group. Padahal semua perizinan sudah lengkap.

"Kalau mau di stop, apa salah kami? Kalau soal kerusakan lingkungan, kami siap bertanggungjawab dan akan memperbaiki semua kerusakan," kata Rudi.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Palembang Candra Darmawan mengatakan, pihaknya akan melakukan klarifikasi bersama Thamrin Group serta instansi yang berkaitan dengan keluarnya IMB Pembangunan Hotel Ibis.

"Andai mereka (Thamrin Group) tidak memiliki data pendukung sesuai dengan yang dimohonkan, seperti sertifikat lahan saat pengajuan seluas 2.2929.77 m2, maka sudah memanipulasi data yang seharusnya luas 1.423 m2 tidak bisa dibangun 13 lantai," tegasnya. [yip]


Baca juga:
DEWAN PERINGATKAN PEMKOT PALEMBANG, STOP PEMBANGUNAN HOTEL IBIS
KOMISI IV PERTANYAKAN DOKUMEN TENAGA KERJA HOTEL IBIS
DEWAN SUMSEL LANGSUNG TINJAU LOKASI CRANE LRT ROBOH
INILAH DAFTAR NAMA CARETAKER PAC DPD GOLKAR PALEMBANG
DEWAN SUMSEL TOLAK PENGGUNAAN DANA HAJI USULAN JOKOWI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Kasihan, Istrinya Baru Melahirkan....
Mensinyalir Dikerjakan Asal Jadi, Pemuda Lengkiti Minta Jalan Dibongkar
Viral di Sosmed, Netizen Ungkap Identitas 2 Korban Tabrakan Mau