RMOLSUMSEL

Home     


HARNOJOYO PECAT PETUGAS YANG KEDAPATAN PUNGUT UANG PARKIR DI PEDESTRIAN
MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 13:56:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

  

RMOL. Walikota Palembang, Harnojoyo memberikan tindakan tegas bagi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang tidak mengindahkan instruksinya dalam pengelolaan parkir, seperti yang dilakukannya kepada beberapa petugas tenaga kerja sukarela (TKS) serta satu orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan dinas tersebut, karena tidak mengindahkan untuk tidak menarik uang retribusi di lokasi wisata malam dipedistrian Sudirman.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang Amiruddin Sandi, disela-sela kegiatan gotong royong sungai Rambutan Kelurahan Karang jaya Kecamatan Gandus Palembang, Minggu (13/8/17).

"Tadi Walikota menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) untuk memecat dua orang petugas yang berstatus TKS dan memutasi satu orang PNS Dishub, karena menindahkan tugas mengamankan parkir gratis yang baru dua hari di launching," jelasnya.

Amir menerangkan, Walikota tidak segan-segan memberikan teguran keras kepada semua jajarannya, yang tidak mendukung semua programnya, untuk melayani masyarakat Kota Palembang.

Sepertu yang dilakukannya kepada petugas Dishub yang tidak mendukung program parkir gratis di pedestrian yang baru saja di launching.

"Digratiskan ini kan ini untuk kenyaman pengunjung yang menghabiskan akhir pekan menikmati wisatawan dikawasan jalan utama tersebut, itu juga hanya Jumat dan Sabtu malam. Sejak awal Walikota sudah mendengar adanya pengaduan masyarakat adanya penarikan retribusi yang tidak sesuai aturan, tapi petugas tersebut sepertinya mengindahkannya, dan inilah sanksinya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BK-PSDM Kota Palembang, Ratu Dewa membenarkan adanya perintah Walikota untuk memberikan sanksi terberat berupa pemberhentian bagi dua orang TKS dan mutasi bagi satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang lebih dikenal PNS, karena kedapatan melakukan pembiaran terhadap juru parkir untuk memungut retribusi parkir yang digratiskan.

"Jadi tadi pagi Walikota memerintahkan BK-PSDM untuk memecat dua TKS dan memutasi satu PNS. Untuk yang PNS dimutasi menjadi staff di Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus," terangnya.

Dewa menerangkan, tindakan yang dilakukan Walikota, karena adanya pembiaran penarikan retribusi parkir oleh Jukir yang seharusnya gratis. Ketiga petugas saat itu ada di lokasi dan diduga apa yang dilakukan jukir karena perintah ketiganya.

"Sejak awal launching, Walikota sudah menghimbau dan menekankam agar dapat dijalani. Saat Walikota diam-diam kesana, ternyata terlihat memang masih ada pungutan parkir  meski ada banner tertulis parkir gratis, ketiga petugas seakan diam dan mempersilahkan jukir untuk memungut retribusi," ulasnya.

Saat ini pihaknya sedang memproses suratnya, dimana dewa memastikan paling lambat Senin ketiganya sudah menerma suratnya, dan yang PNS sudah mulai bekerja di Kelurahan.

"Tadi Walikota langsung memerintahkan untuk memproses surat pemberhentian dan mutasi. Senin mereka tidak lagi di Dishub," tandasnya. [yip]


Baca juga:
KEMARAU, WARGA MUBA RAMAI-RAMAI BEKARANG
SETUBUHI ANAK DIBAWAH UMUR, PEGAWAI PT TEL DIRINGKUS
TONGKANG TABRAK JEMBATAN NYARIS PATAH
AURELIE SETIA TUNGGU ELLO BEBAS
SSSTTT.. AYU TING TING GANDENG BOS ANTV


Komentar Pembaca






Berita Populer

Camat Sukarami Coba Ubah Wilayahnya Dari Prostitusi Menjadi Pesantren yang Asri
Bahagianya Para Pengantin Ini, Sudahlah Dinikahkan Massal Diinapkan di Hotel Pula
IT I Pertahankan Rangking Realisasi PBB, Kemuning Merosot Ke Urutan 6