RMOLSUMSEL

Home     


PRESIDEN TAK PERLU MENGATUR PROGRAM FULL DAY SCHOOL
SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 14:10:00 WIB

PRESIDEN JOKOWI DAN WAPRES JK/NET
  

RMOL. Presiden Jokowi diminta agar tidak memasukkan program full day school di dalam Peraturan Presiden tentang Penguatan Karakter.

Menurut Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni, full day school atau FDS itu akan menggusur sekolah-sekolah Madrasah Diniyah. Karena itu, rencana Presiden mengeluarkan Pepres tentang Penguatan Karakter untuk menggantikan Permendikbud yang mengatur tentang full day school tidak perlu.
 
"Tidak perlu ada Perpres mengatur full day school. Bukan karena semata-mata akan menggusur Madrasah Diniyah, biarlah ini menjadi hak paten NU. Tetapi ada sejumlah pertimbangan lainnya,” ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni, Sabtu (12/8).
 
Pertimbangannya, lanjut dia, pertama, FDS itu cocok untuk kelas menengah ke atas dimana kedua orang tuanya sibuk kerja.
 
"Akhirnya memasukkan anak ke sekolah FDS. Hitung-hitung sebagai penitipan anak. Bagi orang menengah ke bawah yang orang tuaya punya waktu luang, tentu akan menjadikan keluarga sebagai sarana utama pendidikan anak,” ujar Sya’roni.
 
Kedua, FDS akan menyusahkan orang-orang yang kurang mampu, karena harus menyiapkan ongkos yang banyak dan bekal makan yang cukup, tentu dengan lauk yang tidak malu-maluin.
 
"Kalau di rumah bisa lauk apa saja. Bagi orang kaya ini tidak masalah karena anaknya dikawal sopir dan pembantu yang siap melayani kebutuhan anak. Lah, anaknya orang tidak mampu bagaimana? Apakah ongkos dua ribu rupiah cukup untuk seharian? Sementara anak orang kaya ongkosnya 20 ribu rupiah,” ujarnya.
 
Ketiga, FDS juga akan merenggut hak anak untuk bermain. Padahal, masa anak-anak adalah masa terindah untuk bermain. Pendidikan informal di lingkungan sekitar tentu akan lebih bermanfaat dibandingkan pendidikan formal yang terlalu kepanjangan.
 
"Keceriaan dan kebahagiaan anak di atas segala-galanya. Pemerintah jangan merenggutnya melalui kebijakan FDS. Ingat ya dulu waktu masih anak-anak bisa bermain apa saja, sekarang kasih kesempatan ke anak-anak juga, emang bapak/ibunya doang yang pingin main?” ujarnya. [sri]


Baca juga:
JOKOWI JANGAN SAMPAI TERTIPU AGENDA TERSELUBUNG KHOFIFAH
RELAWAN JOKOWI MINTA KPK USUT ALIRAN DANA KE MUHAIMIN
GERINDRA SAMBUT BAIK ZULHAS YANG BACAKAN TEKS PROKLAMASI
JOKOWI PANGGIL MENTERI DESA KHUSUS TANYAKAN INI
PBNU: IDE BAGUS HARUS DILANDASI PERSPEKTIF KEISLAMAN


Komentar Pembaca






Berita Populer

Panwaslu Itu Lembaga Atau Bukan? Kok Enteng Banget Keluarkan Pengumuman
Kasus PHK Sepihak Koran Sindo Siap Disidangkan
Kapolda: DPD Abujapi Sumsel Dilantik, Polda Sangat Terbantukan