Kehadiran Pabrik Semennya Dinanti

PT GPB : Bukan Bangun Rumah Makan

Ekonomi  KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 , 07:25:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

PT GPB : Bukan Bangun Rumah Makan

PT Semen Rembang/net

RMOL. Bagaimana kelanjutan rencana PT Gunung Pantara Barisan (GPB) yang katanya akan membangun pabrik semen di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)?

Ya, rencana investasi besar tersebut menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat luas bumi Sebimbing Sekundang. Terlebih sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan berdirinya pabrik semen yang sempat digaungkan sebelum-sebelumnya.

Seolah tidak sabar akan kehadiran investor bidang pertambangan dan pembuatan semen ini, tak sedikit diantara pertanyaan di benak masyarakat itu justru timbul kekhawatiran dan prasangka lain, jika pihak PT GPB hanya bermaksud menguasai lahan dan selanjutnya akan dijual ke perusahaan lain.

Lalu apa kata pihak perusahaan? Project Manager PT GPB, Adel, menegaskan, bahwa tidak benar ada modus jual lahan seperti yang diprasangkakan itu.

Dikatakan dia, perusahaan tetap konsisten pada niatan awal, yakni mendirikan pabrik semen di wilayah Kecamatan Lengkiti.

"Kalau kami positif saja. Dan kepada masyarakat kami minta bersabar, pasti (perusahaan) ini akan berjalan," katanya kepada RMOLSumsel, Rabu (9/8).

Hanya saja, Adel mengaku belum tahu persis kapan pabrik akan mulai dibangun. Tapi yang pasti, pihaknya terus mempersiapkan diri.

"Kita ini kan mau bangun pabrik semen, bukan bangun rumah makan Padang, artinya akan banyak tahapan-tahapan yang dilalui," jelasnya.

Untuk saat ini, pihaknya akan cooling down dulu. Lantaran mengalami sedikit kendala soal jalan dan rumah penduduk. Di sisi lain, sambung Adel, kondisi perekonomian juga sedang sulit.

"Jadi kita akan evaluasi. Eksplorasi ulang, pengeboran ulang dan
penghitungan cadangan (bahan baku)," sambungnya.

Kenapa hal teknis demikian dievaluasi lagi? Alasannya, karena pihaknya akan menambang ke bawah tanah.

"Dan itu harus dibor, kemudian uji laboratorium. Juga menghitung berapa nian cadangan bahan bakunya. Jadi memang agak sulit. Nah, ini mesti dilakukan, karena kalau tidak, malah kita yang salah. Sebab kita sudah dikasih izin," ungkap Adel.

Mengenai perizinan, ditegaskan Adel tidak ada permasalahan. Surat keputusan gubernur Sumsel No 775/ KPTS/ Dispertamben/ 2015, tentang peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi menjadi izin usaha pertambangan operasi produksi batu gamping untuk semen atas nama PT GPB, juga sudah lama keluar.

Disitu dijelaskan, bahwa luas IUP PT GPB seluas 3,588 Hektar yang tersebar di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap dan Lengkiti. Dengan masa konstruksi 2 tahun dan jangka waktu operasi 18 tahun.

Ijin lokasi pabrik seluas 105 hektar, juga telah dikeluarkan bupati selama 3 tahun. Dan itu dapat diperpanjang.

"Jadi kalau soal perijinan gak masalah. Kami pun sudah memberikan Konstribusi berupa pajak ke OKU. Pajak tanah, PBB dan lain sebagainya sudah bayar kesini (ke OKU,red)," ujarnya.

Sekali lagi, ia berharap kepada masyarakat untuk bersabar, karena pabrik ini pasti akan berjalan.

Kedepannya, seiring dengan beroperasinya pabrik, masyarakat OKU juga akan merasakan dampak langsung, salah satunya yang terserapnya tenaga kerja.

Dan terpenting berdirinya pabrik semen GPB di OKU ini nanti dapat membantu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.[sri]


Komentar Pembaca
Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00