Kasihan Nasib Atlet OKU

Disuruh Latihan Rutin tapi Duit Nggak Dikasih

Olahraga  SENIN, 07 AGUSTUS 2017 , 18:13:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Disuruh Latihan Rutin tapi Duit Nggak Dikasih

net

RMOL. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Selatan (Sumsel) November mendatang, para atlit kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai lakukan pemusatan latihan atau Training Center (TC).

Namun, sayangnya pemusatan latihan (TC) dinilai kurang begitu maksimal. Para atlit dan pelatih membenarkan hal itu.

"Untuk latihan terus kami laksanakan, katanya ini TC berjalan," ucap Ahmaddim pelatih Panjat tebing, Senin (7/8).

Dalam latihan ini kata dia, pihaknya masih mengeluarkan dana pribadi, belum ada sama sekali bantuan untuk khususnya bagi atlet.

"Bisa dilihat memang sesuai namanya TC-nya berjalan. Tapi berjalannya sendiri-sendiri belum ada perhatian terhadap atlet," ucapnya.

Disisi lain TC penuh belum dilakukan, padahal dengan TC penuh akan bisa dilihat kinerja pelatih dan atlit secara keseluruhan. Selain itu juga kata dia, nanti bisa diketahui kekurangan selama melakukan TC penuh itu.

"TC penuh tentu lebih fokus dibanding TC berjalan baik bagi atlet dan pelatih," ucapnya.

Terpisah, Ketua KONI OKU, Edi Jaya membantah TC dilakukan sendiri-sendiri. "Untuk TC penuh tidak ada, karena dalam TC penuh kita harus adakan pemondokan atlet," ucapnya.

Sementara pihaknya terkendala dana untuk lakukan itu. "Ini perlu biaya yang cukup besar. Memang selama ini belum pernah diadakan TC penuh," katanya.

Sementara masalah dana untuk atlet memang belum turun lantaran beberapa faktor, salah satunya kevakuman KONI tahun lalu.

"Porprov belum dianggarkan baru mau dianggarkan dalam ABT ini. Jadi dana TC bukannya belum turun tapi memang belum dianggarkan," kata Edi.

Lebih jauh diungkapkanya, TC penuh dan TC berjalan ini hanya istilah pihaknya saja. Hakikatnya yang namanya TC itu harus disertai pemondokan bagi atlet dan pelatih.

"Sekali lagi berhubung dana tidak mencukupi makanya kita buat istilah TC berjalan, karena atlit dan pelatih masih tidur di rumah masing-masing," terangnya.

Lebih dari itu ucap Edi saat ini belum masuk pada tahapan TC berjalan tapi ini masuk dalam program KONI yang berkenaan vo2max atlit.

"Vo2max ini salah satunya untuk melihat daya tahan, kekuatan dan kecepatan atlet jadi tiap cabang olahraga ada standar masing-masing," terangnya.

Mengapa hal itu dilakukan pihaknya dari jauh hari, lantaran Edi berpendapat pengalaman sebelumnya atlet OKU banyak yang gagal di provinsi.

"VO2maxnya rendah kita tidak ingin itu terulang," tukasnya. [rhd]
 

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00