RMOLSUMSEL

Home     


INILAH ALASAN BANDAR NARKOBA RELA MATI SAAT BEREAKSI DI INDONESIA
SABTU, 05 AGUSTUS 2017 , 14:14:00 WIB

FOTO/NET
  

RMOL. Ekspansi pasar asal Tiongkok (China) tidak hanya merambah produk sehari-hari. Tapi juga distribusi narkotika jenis sabu. Indonesia menjadi salah satu target pasar yang menjanjikan.

"Harga sabu di China hanya Rp 60 juta per kilogram. Begitu masuk ke Indonesia, melonjak jadi Rp 1,5 miliar per kilogram. Hampir 30 kali lipat kenaikannya," kata Kasubdit III Dittipid Narkoba Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol. Hendrik Marpaung kepada Kantor Berita RMOL (Induk RMOLSumsel), Sabtu (5/8).

Harga pasar yang menggiurkan tersebut membuat sejumlah bandar menghalalkan segala cara untuk memasarkan sabu. Khususnya ke Indonesia.

"Makanya banyak bandar yang rela mati, demi edarkan sabu," ungkap perwira menengah yang segera menjabat Direktur Resnarkoba Polda Sumatera Utara itu.

Menurut Hendrik, proses distribus sabu dari Tiongkok ke Indobesia tidak dilakukan secara langsung. Jaringan yang kerap dikendalikan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan itu, membeli sabu pada produsen di Tiongkok. Setelah itu, barang tersebut dikirim ke Indonesia melalui Malaysia.

"Konsumen di Indonesia dinilai banyak. Sehingga wajar Indonesia menjadi target bisnis narkoba yang menjanjikan," papar mantan Kabid Propam Polda Bengkulu itu.

Selain itu, perekrutan kurir asal Indonesia sangat mudah. Setelah menemukan kurir, kemudian diberikan uang, lalu transaksi langsung berjalan.

Kemudian, faktor geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau, menjadi pintu masuk jaringan narkotika internasional. Sehingga mereka menggunakan "jalur-jalur tikus."

Namun, tidak sedikit juga yang masuk melalui pelabuhan resmi dengan berbagai modus kemasan. Tujuannya, untuk mengelabui petugas bea cukai, Badan Narkotika Negara (BNN), dan petugas lainnya.

"Makanya kita kerjasama dengan BNN, Bea Cukai untuk memutus jaringan tersebut. Termasuk laporan dari masyarakat," demikian Hendrik.

Beberapa kasus narkotika jaringan internasional diketahui menyuplai barang bukti dari produsen di Tiongkok. Pengungkapan upaya penyelundupan serbuk haram itu pun gencar dilakukan polisi dan instansi terkait lainnya, akhir-akhir ini.

Termasuk penangkapan komplotan adal Taiwan yang berupaya menyelundupkan satu ton sabu asal Tiongkok beberapa waktu lalu. Salah satu pengendali dari komplotan itu ditembak mati karena berupaya melawan petigas saat hendak diamankan.[rik]


Baca juga:
INILAH ALASAN BANDAR NARKOBA TIONGKOK RELA MATI DI INDONESIA
PRESIDEN JOKOWI: JANGAN SAMPAI SERTIFIKAT TANAH DISITA BANK!
MD AJAK 2.749 JAMAAH HAJI ASAL PALEMBANG DISIPLIN
JOKOWI AKAN SAKSIKAN PEMUSNAHAN BARANG BUKTI 1 TON SABU DAN 1,2 JUTA PIL EKSTASI
TEBANG POHON, PRIA INI JADI PESAKITAN, DIVONIS DENDA 5 JUTA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Dugaan Pelanggaran Kode Etik Novanto Mulai Terbuka
Ketua RT Bawa Senjata Api ke Kantor Polisi, Dor.. Dorr..
KPK Periksa Istri Novanto 8 Jam