RMOLSUMSEL

Home     


MENTERI YOHANA MINTA SETIAP DAERAH CONTOH MUBA
JUM'AT, 04 AGUSTUS 2017 , 15:35:00 WIB
LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

RMOLSUMSEL
  

RMOL. Gaung Kabupaten Layak Anak (KLA) yang dinobatkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP-A) kepada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 22 Juli lalu mulai menjadi perhatian 16 Kabupaten di Sumsel.

Jumat (4/8) sebanyak 16 Kabupaten/Kota di Sumsel menandatangi komitmen untuk menuju Kabupaten/Kota Layak Anak yang diselenggarakan di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB).

"Untuk di Sumsel hanya Kabupaten Muba yang menjadi Kabupaten Layak Anak dan mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP-A). Ke depan setelah Penandatanganan Komitmen ini kami berharap daerah-daerah di Sumsel mencontoh Muba untuk mengimplementasikan program-program KLA," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPP-A), Yohana Yembise di sela kegiatan Deklarasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumsel Menuju KLA Menyongsong Asian Games ke-18 di pelataran BKB, Jumat (4/8).

Dikatakannya, sebuah kabupaten/kota harus memenuhi 31 indikator dirangkum dalam lima klaster pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Pertama, hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dasar, pendidikan dan kesejahteraan. Keempat, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. Kelima, perlindungan khusus bagi 15 kategori anak.

"Secara keseluruhan ini sudah diterapkan di Kabupaten Muba, usai deklarasi ini 16 Kabupaten/Kota harus berkoordinasi dengan Pemkab Muba supaya bisa bertukar pikiran untuk menjadikan daerah masing-masing menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak dalam menyongsong Asian Games ke-18 pada 2018 mendatang," jelasnya.

Yohana menambahkan, pihaknya berharap tahun-tahun berikutnya akan terus bertambah kabupaten/kota yang mendapatkan predikat KLA. "Dimulai dari Sumsel khususnya di Kabupaten Muba akan menjadi pilot project daerah yang sangat komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak anak," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan Penandatanganan Komitmen KLA dalam menyongsong Asian Games ke-18 jangan nantinya sekadar seremonial saja. "Harus ada tindak lanjut dan kabupaten/kota di Sumsel harus berlomba-lomba menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak," tegasnya.

Lanjutnya, meskipun Kabupaten Muba menjadi pilot project KLA di Sumsel, diharapkan Pemkab Muba terus meningkatkan dan memprioritaskan program-program yang mementingkan hak perempuan dan anak. "Jangan lalai dan harus terus meningkatkan program pemenuhan hak perempuan dan anak," tukasnya.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex menyatakan siap akan berkoordinasi dengan daerah-daerah di Sumsel untuk berbagi program dalam menjalankan KLA. "Kami siap dan akan bertukar pikiran dengan Kabupaten/Kota di Sumsel untuk melaksanakan program KLA," kata Dodi.

Dijelaskan, program KLA yang dijalankan oleh Kabupaten Muba selama ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat di Muba. "Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan khususnya masyarakat di daerah masing-masing," pungkasnya.

Pada kegiatan Deklarasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumsel Menuju KLA Menyongsong Asian Games ke-18 tersebut juga dihadiri 17 Bupati dan Wali Kota se-Sumsel.[sri]


Baca juga:
SEMPAT TAK HADIR, 7 PEJABAT MUBA INI DILANTIK ULANG
MUBA TERUS ANTISIPASI TERORISME
MENTERI YOHANA BUKA LOMBA PAUD SUMATERA SELATAN
MENARIK MINAT BACA, DPK DIRIKAN PAUD, TPA DAN SANGGAR TARI
FINALISASI DRAFT STANDAR SATUAN HARGA TAHUN 2018 SIAP JADI PERBUP


Komentar Pembaca






Berita Populer

Perekonomian Berkembang, BI Bidik Sungai Lilin
Guru di Muba Belajar Sampai ke Australia
Pusat Pengendali Operasi Bencana Dibangun di Muba