RMOLSUMSEL

Home     


GANDUS MENCARI PEMIMPIN
KEMARAU MANDI DEBU, HUJAN BERLUMURAN LUMPUR
JUM'AT, 28 JULI 2017 , 10:52:00 WIB
LAPORAN: ERIK OKTA

FOTO/RMOLSUMSEL
  

RMOL. Pilkada Kota Palembang 2018 menjadi moment penting sekaligus penentu peningkatan taraf dan layak hidup masyarakat yang tercatat sebagai warga Kecamatan Gandus Kota Palembang.

Bagaimana tidak, masyarakat Gandus merasa problematika kehidupan didaerah tersebut paling genting dibandingkan 18 kecamatan lainnya di Kota Palembang.

"Sedikitya ada 5 permasalahan mendasar yang dihadapi dan entah kapan bisa terselesaikan," kata Jhoni warga TPH Sopian Kenawas RT 25 RW 05 Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Kota Palembang, kepada RMOLSumsel, Jumat (28/7).

Lima persoalan itu yakni, tingkat kriminalitas yang tergolong tinggi, angka pencurian kendaraan bermotor, peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan hiburan orgen tunggal yang melebihi batas waktu masih terus terjadi.

Diposisi kedua, problematika di Gandus menyangkut infrastruktur jalan yang masih jauh dari kata baik.

"Banyak ruas jalan mengalami kerusakan. Parahnya lagi, saat kemarau berdebu, saat hujan turun berlumuran lumpur," cerita Jhoni.    

Beralih ke peringkat tiga, mengenai akses jalan yang hanya terkondisi di jalur utama atau satu jalur keluar masuk, belum adanya jalan alternatif membuat masyarakat mau tidak mau harus melintasi jalan rusak yang disertai kemacetan panjang tersebut.

"Kemacetan menjadi pemandangan biasa bagi warga Gandus. Kalau macet itu Gandus, lancar mungkin di kecamatan lain adanya. Maka tak ayat masyarakat Gandus kerap memberikan julukan 'Gandus Berdebu, Berlumpur Plus Macet," keluhnya.

Persoalan pertama, kedua dan ketiga diatas ternyata berhubungan erat dengan nomor urut keempat, adalah tingginya aktivitas angkutan bertonase besar yang lalu lalalang tidak hanya di pagi, siang, dan sore bahkan sampai malam hari berlangsung.

"Umumnya mengangkut getah karet, pasir, tanah galian c dan semen mil. Karena memang di Gandus terdapat pabrik pengolah karet, pelabuhan pengangkutan pasir, lokasi galian c dan pembuatan semen mil," jelasnya.

Dan yang tak kalah peliknya yaitu, polusi udara berlangsung entah sudah berapa puluh tahun lamanya yang setiap harinya dihirup, masuk ke hidung dan paru-paru dan merusak kesehatan masyarakat Gandus.

"Itu yang ke-5, polusi  keluar dari pabrik pengolahan getah karet, aromanya begitu menyengat tidak mengenakan pernapasan, mengganggu kesehatan, dihisap sudah sejak lama sekali, bagaimana dengan kesehatan anak, cucu generasi penerus yang tubuhnya dicekoki polusi udara bisa dikatakan hampir setiap hari," tanyanya.

Untuk itu, masyarakat Gandus berharap melalui Pilkada Kota Palembang 2018 mendatang dapat melahirkan pemimpin yang tahu dan mau mencarikan solusi dan merealisasikan atas keluhan nmasyarakat Gandus tersebut.

"Kami begitu menantikan Pilkada 2018 dengan harapan mampu membawa pembaruan, kesehatan, keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Gandus," pungkasnya.[rik]


Baca juga:
SEDIH! IRT DI PAGARALAM INI KOK SUKANYA PESTA SABU
YUDHA PRATOMO: TERUS BERINOVASI DAN MANFAATKAN MOMENT
MD PUNYA 'MODAL' KUAT
BUKA PALEMBANG EXPO
PALEMBANG EXPO JADI LANGKAH PEMKOT PERBAIKI EKONOMI MASYARAKAT


Komentar Pembaca






Berita Populer

Pulang Kunjungan, Jokowi Makan Sop Depan Rumah Alex
Anies-Sandi Bakal Disikat Fahri Hamzah
Kenyataannya 10-12 Kali Pemadaman Satu Hari