RMOLSUMSEL

Home     


19 DUBES DI FESTIVAL KESENIAN RAKYAT INTERNASIONAL KE-5 KUKAR
MINGGU, 23 JULI 2017 , 22:33:00 WIB

FOTO/NET
  

RMOL. Festival Kesenian Rakyat Internasional ke-5 dalam rangka Erau Adat Kutai sudah resmi dibuka pada Minggu siang (23/7) di Stadion Rondo Demang, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Pembukaan dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak; dan Bupati Kukar, Rita Widyasari.

Hadir pula 19 Duta Besar dari negara-negara sahabat antara lain dari Afghanistan, Mesir, Irak, Kazakhstan, Korea Utara, Libya, Maroko, Myanmar, Panama, Serbia, Sri Lanka, Turki dan Seychelles. Ada pula perwakilan dari Amerika Serikat dan Forum Kerjasama Afrika-ASEAN.

"Festival ini menyandang anugerah sebagai festival adat terpopuler, dan kami akan teruskan tradisi dan budaya ini. Erau juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh pemerintah pusat," ucap Bupati Rita dalam pidatonya seperti diberitakan RMOL (Induk RMOLSumsel).

Di tengah defisit keuangan negara, Erau Adat Kutai disebut Rita sebagai penyejuk bagi masyarakat. Apalagi, Pemkab Kukar memang mempunyai niat baik memajukan pariwisata di daerahnya.

"Pariwisata adalah tonggak di visi misi kami, sebagai penunjang devisa daerah," katanya.

Dia mengatakan, pendapatan dari sektor pariwisata di Kukar sempat terus menurun. Tetapi sejak dirinya menjabat Bupati Kukar, yang kini menjalani periode kedua, jumlah wisatawan lokal maupun internasional yang datang ke kabupaten terkaya di Indonesia itu terus menanjak.

"Sebelumnya 250 ribu orang, sekarang 1,9 juta orang wisatawan tiap tahun ada di sini. Dan ini merupakan penyumbang terbesar di Kaltim. Cita-cita kami adalah bagaimana memperkenalkan budaya Kukar ke manca negara," tambah Rita.

Dalam pidatonya, Rita tidak lupa menyampaikan terimakasih khusus kepada 19 Dubes yang memenuhi undangan Pemkab Kukar untuk menghadiri pembukaan festival kesenian rakyat internasional ini.

Setelah itu, Awang Faroek Ishak dalam pidato menyatakan keyakinannya bahwa pariwisata Kukar dan Kaltim akan terus diminati masyarakat dunia.

"Saya perintahkan semua daerah di Kaltim membenahi perbaikan infrastruktur pariwisata. Dengan makin banyaknya infrastruktur akan bisa memberi pelayanan lebih baik kepada wisatawan," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan Erau Adat Kutai di Tenggarong. Ia menyebut, Tenggarong mendapat predikat kota budaya sejak dahulu kala. Kutai sendiri adalah daerah di mana kerajaan Hindu tertuta berdiri di Nusantara.

"Satu hal menggembirakan bagi Kukar, Pemprov Kaltim sudah mendirikan Institut Seni dan Kebudayaan di Kukar. Mari terus kembangkan budaya di daerah lain. Dengan pengembangan budaya kita bisa perkenalkan Indonesia ke dunia internasional," ajak Awang Faroek.

"Teruslah berkreasi. Masih banyak hal bisa dilakukan untuk membangun Kukar," imbuhnya.

Erau adalah festival budaya terbesar dan tertua di Indonesia. Sejak Tahun 2013, Erau disandingkan dengan perhelatan budaya tradisional dari berbagai negara dengan nama Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF), di mana berbagai kesenian dan tradisi di lingkup Kesultanan Kutai ditampilkan bersama warisan budaya dunia dari berbagai bangsa di penjuru dunia.

Ajang ini sekaligus dipakai sebagai sarana memperkenalkan budaya kearifan lokal masyarakat Kutai kepada dunia. Erau, dalam bahasa Indonesia berarti riuh atau penuh sukacita, akan berlangsung sepekan ke depan.

Sebelum festival dibuka secara resmi pagi tadi, kelompok penampil seni dan tari dari Bulgaria, China Taipei, India, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Slowakia, Thailand, Indonesia, secara berurutan menunjukkan kebolehan masing-masing di depan para tamu kehormatan. Tampak sekitar 5000 orang menyaksikan acara pembukaan tersebut.[rik]


Komentar Pembaca






Berita Populer

Wisatawan Mancanegara Kagumi Koleksi Batik Tulis Mesum Dr AK Gani
3 Putri Cantik asal OKU Akan Diterbangkan ke Surabaya
Menangis Kencang dan Histeris, Eni Dapat Hadiah di Lubuklinggau