RMOLSUMSEL

Home     


INSEMINASI SAPI SUMSEL BELUM MAKSIMAL
SENIN, 17 JULI 2017 , 21:37:00 WIB
LAPORAN: AAN WAHYUDI

FOTO/NET
  

RMOL. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel terus mengejar target sekitar 60 persen, dari 66 ribu sapi dan kerbau wajib bunting, sesuai dengan alokasi Pemerintah Pusat. Dalam rangka meningkatkan populasi sapi dan kerbau di Sumsel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov Sumsel, Taufik Gunawan mengatakan, jenis sapi, seperti sapi bali, Brahman, limosin dan sapi lokal lainnya. Terus pihaknya upayakan dapat memenuhi alokasi dari Pemerintah Pusat. Meski, sampai sejauh ini, baru sekitar 20 ribu sapi dan kerbau atau baru sekitar 30 persen.

"Masih ada sekitar 40 ribu sapi dan kerbau lagi yang belum. Kami akan kejar enam bulan tersisa ini," katanya, Senin (17/7).

Taufik mengakui, program inseminasi yang tengah dikejar pihaknya, untuk mencapai 60 persen dari 66 ribu sapi dan kerbau wajib bunting, masih tergolong lambat. Pasalnya, program ini baru berjalan pada triwulan pertama.

Selain itu, juga terkendala proses pembiakan sapi dan kerbau. Pasalnya, sapi dan kerbau di Sumsel, cukup berbeda dengan hewan ternak di daerah lainnya yang dipelihara di dalam kandang. Serta, terkendala dengan akses menuju lokasi sapi dan kerbau tersebut.

"Ini akan terus dikejar agar mencapai paling tidak 60 ribu hewan," ujarnya.[rik]


Baca juga:
PENYELUNDUPAN SABU 4 KILOGRAM DIGAGALKAN BNNP
BNNP SUMSEL AMANKAN 4 KG SABU
ALEX NOERDIN : BUKAN LAGI SOSIALISASI TAPI ACTION, ACTION, DAN ACTION
LAYANAN PAJAK KELILING
TAHUN 2017 TIDAK ADA PEMUTIHAN PAJAK, INI ALASANNYA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Lapar, Belasan Buaya Serang Warga
Jangan Dijual, Batu Akik Jenis Ini Sudah Langka
Harmoni Khatulistiwa Harumkan Nama Indonesia