RMOLSUMSEL

Home     


PANSUS: KPK JANGAN CUMA BASA-BASI TANGANI KASUS RJ LINO
SENIN, 17 JULI 2017 , 14:57:00 WIB

  

RMOL. Siang ini, Pansus Pelindo II berencana mendatangi gedung KPK. Pansus yang diketuai oleh politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka itu akan menyerahkan hasil audit BPK terhadap Pelindo II yang membongkar potensi kerugian negara akibat perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).

Namun begitu, anggota Pansus Pelindo II Masinton Pasaribu mengaku pesimis dengan kinerja KPK. Ini lantaran kasus Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II RJ Lino yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 15 Desember 2015 karena diduga memerintahkan pengadaan tiga quay container crane (QCC) dengan menunjuk langsung perusahaan HDHM (PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Co.Ltd.) dari China sebagai penyedia barang, belum juga mengalami perkembangan.

"Pertanyaannya gini juga, kasus tiga QCC yang menetapkan RJ Lino jadi tersangka juga nggak ada perkembangan. Terus ditambah ini lagi, KPK jangan pilih tebang dong," kata Masinton yang pesimis KPK akan menindaklanjuti laporan Pansus Pelindo II.

Di satu sisi, pihak KPK mengungkapkan bahwa kasus tersebut masih dalam penyidikan. Namun bagi Masinton pernyataan itu sebatas retorika belaka. Anggota Komisi III DPR RI itu mendesak agar dalam pengusutan kasus, KPK diberi ambang batas.

"Ah kita proses. Jangan pakai bahasa-bahasa basi, kita proses sampai kapan? Kasih deadlinenya kapan? Kita proses, kita proses, RJ Linon aja nggak diperiksa-periksa tuh. Itu kan basa basi, jangan ngomong basa basi lah, pemberantasan korupsi jangan ngomong basa basi lah," pungkas politisi PDIP yang juga anggota Pansus KPK itu. [ian]


Baca juga:
SOSIALISASI CAGUB
GIRI : SAYA MAJU JADI CAGUB BUKAN CARI UANG
DAPAT RESTU MEGA, GIRI LANGSUNG BERGERAK
HARNOJOYO RESMIKAN PEMBANGUNAN INTAKE-IPA OGAN 2 UNTUK PENUHI SYARAT JADI IBU KOTA NEGARA
PASANGAN ABADI, RIDHO YAHYA-FIKRI ANDRIANSYAH TAK PECAH KONGSI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Ida Fitriati Jadi Calon Tunggal PBB
Dua Penguasa Pagaralam Bersaing Tunggu SK PBB
Prabowo: Bantuan Indonesia Untuk Rohingya Cuma Pencitraan