RMOLSUMSEL

Home     


TIDAK ADA INTRUKSI DARI PUSAT, PPP BANYUASIN MASIH KONDUSIF
LAPORAN: BUBUN KURNIADI
SENIN, 17 JULI 2017 , 14:05:00 WIB

  

RMOL. Pasca penyerangan di Kantor pusat Partai PPP di Jalan Dipenegoro, Menteng, Jakarta pusat, Minggu dini hari lalu (16/7), Kantor DPC Partai PPP Kabupaten Banyuasin tetap kondusip.

Penyerangan yang telah diakui dari pihak PPP kubu Romahurmuzy (Romi) tidak berimbas hingga wilayah daerah, dari informasi dan pantauan yang dihimpun kantor DPC Partai PPP kabupaten Banyuasin di Jalan lintas Timur Palembang-Betung KM 42, Senin(17/7), terlihat suasana kantor tetap lengang dan aktifitas di sekitar lokasi kantor berjalan seperti hari hari biasanya.

Dikatakan, Mareta Herawati, Ketua DPC Partai PPP Kabupaten Banyuasin, sejauh ini pihaknya tidak ada intruksi khusus dari kantor pusat tentang pengamanan di kantor yang ada di Daerah dan aktifitas dikantor DPC Partai PPP Banyuasin berjalan seperti hari-hari biasa.

" Memang benar ada penyerangan di kantor Pusat, tapi tidak pengaruh dengan Partai PPP di kita, intruksi untuk pengamanan kantor juga tidak ada, karna kondisi Partai PPP di Kabupaten ini aman dan kondusip." kata Mareta ketika di hubungi RMOLsumsel.com.

Menurut Marreta, terjadinya akaai anarkis dibkantor pusat itu, kemungkinan dari pihak pihak yang ingin memperkeruh partai PPP dan ingin memecah partai PPP.

" Ya kalau pendapat saya itu, ada orang orang yang ingin merusak dan memperkeruh Partai PPP, jadi kalau memang dari pihak kubu Romahurmuzy bisa di pidana nantinya, itu pendapat saya." singkatnya  

Sebelumnya, di beritakan RMOL-PPP kubu Romahurmuziy (Romi) mengaku bertanggung jawab atas Penyerangan yang disertai perusakan markas PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/7) dinihari.

Sekjen DPP PPP kubu Romi, Arsul Sani membenarkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompoknya. Kata dia, keinginan mengambil alih markas PPP yang saat ini dikuasai oleh kubu Djan Faridz menjadi alasan penyerangan itu terjadi.

"Akar rumput dan kader tersebut akhirnya mengambil jalannya sendiri dengan datang ke kantor pusat PPP Jalan Diponegoro untuk meminta agar kantor diserahkan, tetapi kantor tersebut justru dijaga sekelompok orang yang patut diduga preman yang telah menyiapkan berbagai senjata tajam. Terjadi keributan, namun dilerai dan ditengahi oleh aparat kepolisian," beber Arsul Sani, Minggu (16/7).

Anggota Komisi III DPR RI itu juga menyebut bahwa aksi tersebut dilakukan oleh puluhan kader dan anggota organisasi sayap PPP. Seperti Angkatan Muda Ka'bah (AMK), GPK dan lain-lain. Semua itu dilakukan karena akar rumput tidak senang dengan perilaku Djan Faridz yang tetap menduduki kantor PPP.

"Dengan demikian yang terjadi, barangkali adalah upaya dari para kader dan akar rumput PPP yang tak rela kantor partainya terus menerus diduduki oleh mereka (kubu Djan Faridz) yang tidak memiliki keabsahan untuk mempergunakannya," tutupnya seperti diberitakan RMOLJakarta. [yip]


Baca juga:
ANCAM BAKAR POSPOL, PRIA BERATRIBUT FPI DIAMANKAN POLISI
UNJUKRASA DI ISTANA, NELAYAN BAKAR BONEKA MENTERI SUSI
OH.. AMMAR ZONI TERSANDUNG KASUS NARKOBA
MINGGU SHARING BARENG MD-LEA
MENTERI BUDI: JUMLAH PEMUDIK 2017 MENINGKAT 2,44 PERSEN


Komentar Pembaca






Berita Populer

BUMI Sumsel Deklarasikan Cak Imin Cawapres
Jika Pilkada Sekarang, Ishak Mekki Langsung Jadi Gubernur Sumsel
Rakerda PAN Kacau, Herman Deru 'Balik Belakang'