RMOLSUMSEL

Home     


BAPENDA GRATISKAN PEMBLOKIRAN KENDARAAN BERMOTOR
SENIN, 17 JULI 2017 , 13:33:00 WIB
LAPORAN: AAN WAHYUDI

ILUSTRASI
  

RMOL. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel menggratiskan pemblokiran kendaraan bermotor.  Sebagai upaya pemerintah memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, Marwan Fansury mengatakan, banyak masyarakat yang kaget saat mengurus pajak kendaraan bermotornya. Jumlah pajak yang harus dibayarkan membengkak. Dampak dari diberlakukannya pajak progresif di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Pajak kendaraan bermotor akan tetap dikenakan kepada pemilik sah, sesuai yang tertulis di Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Meski, kendaraan bermotor tersebut telah di jual dengan orang lain. Tapi, pemilik barunya tidak melakukan balik nama dan tidak membayar pajak.

"Masyarakat tidak akan dikenakan biaya, untuk memblokir pajak kendaraan lama atas nama pribadi yang sudah dijual. Pemblokiran ini gratis di seluruh UPTB /SAMSAT Se Sumsel," tegasnya, Senin (17/7).

Kepala UPTB PLG II, Herryandi Sinulingga menambahkan, pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat yang datang, saat akan membayar pajak kendaraan. Ya, meski hanya memiliki satu kendaraan. Tapi, tagihan pajak yang harus dibayar cukup mahal.

"Banyak sekali wajib pajak yang datang ke Kantor Layanan mengeluh dan  kaget," ungkapnya.

Membengkaknya pajak yang harus dibayar oleh Wajib Pajak (WP). Menurutnya, disebabkan, kendaraan lama yang pernah dimiliki dan sudah dijual. Tetapi,  kenderaan tersebut masih terdaftar atas namanya yang masih aktif, serta tidak bayar pajak.

"Wajib pajak yang ingin tahu bagaimana cara memblokir kendaraan. Maka datangilah kantor Samsat, dan hubungi petugas yang melayani pemblokiran kendaraan," ujarnya. [yip]

Biasanya, form pencabutan atau pemblokiran sudah tersedia dimasing-masing Kantor Samsat.

Misalnya, Tata Cara pemblokiran kenderaan di kantor UPTB PLG II, seperti:

1. Wajib Pajak Datang Kekantor UPTB PLG II

2.Datang Ke Bagian Informasi /bagian pemblokiran kenderaan

3.Wajib pajak Mengisi Form Pernyataan pemblokiran  yang sudah tersedia ditanda tangani dan (bermatrei 6000)

4.Wajib Pajak mengisi Buku Pernyataan Pemblokiran dan (bermatrei 6000)

5.Petugas Layanan Akan memproses sesuai SOP layanan UPTB Plg ll

6.Proses Blokir  selesai  dan Petugas  akan mengeluarkan Bukti BLOKIR sebagai jaminan wajib pajak bahwa Kenderaan yang telah dijualnya telah di blokir dalam sistem UPTB Plg ll Dan tentunya WP sudah terhindar pajak progresif,


Cara dan syarat melaporkan kendaraan bermotor yang sudah dijual seperti:

1. Foto copy KTP sesuai Nama pada STNK

2. Foto copy Kartu Keluarga.

3. Data kendaraan yang sudah di jual (copy STNK

4. Salinan pajak kenderan (SKPD)

6. Surat Kuasa dari Pemberi Kuasa  (bermaterai Rp. 6000) dan foto copy KTP penerima kuasa

7. Surat Keterangan RT/RW jika ada nama yang sama di RT/RW tempat domisilinya


Baca juga:
HARGANAS, MENGINGATKAN KEMBALI ARTI PENTINGNYA KELUARGA
798 PEDAGANG PASAR CINDE BAKAL DIRELOKASI
KOMITE III DPD RI BAWA OLEH-OLEH BUAH PEMIKIRAN DARI SUMSEL
PROYEK PULUHAN MILYAR DINAS PERINDUSTRIAN TANPA LELANG TERBUKA
FORUM SILATUSALAMA DIMINTA DUKUNG PEMBANGUNAN SUMSEL


Komentar Pembaca






Berita Populer

PT SBA Minta Penerbit SK Palsu Pembangunan Hotel Ibis Harus Dipenjara
MTA Bukan Aliran Sesat
Kepala Rutan Punya Banyak Senjata, Tapi...