Berwarna Kuni, Berbau dan Hancur

Rastra Keluaran Bulog OKU Tak Layak Konsumsi!

#hashtag  SABTU, 15 JULI 2017 , 07:58:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Rastra Keluaran Bulog OKU Tak Layak Konsumsi!

Warga Membersihkan Rastra Keluaran Bulog Sub Divre OKU/RMOLSUMSEL/M Wiwin

RMOL. Perum Bulog Sub Divre Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mengeluarkan rastra atau sering disebut raskin yang tidak layak konsumsi.

Betapa tidak, beras yang dibagikan warnanya sudah kuning, bau serta hancur. Seperti yang diterima oleh Aniati (45) warga Desa Terusan Kecamatan Baturaja Timur, OKU ini.

Dirinya harus menampi beras yang dibelinya seharga Rp 20 ribu per karungnya lebih dari dua jam, alhasil yang bisa dimakan hanya beberapa kilo saja.

"Biasa pak dapat beras seperti ini, Yo nak cakmano lagi, dak diambek dak terbeli beras yang bagus, terpakso beras inilah," ujar Aniati yang mengatakan sudah 2 jam membersihkan beras yang baru diambilnya tersebut.

Dikatakan Aniati, seharusnya dirinya dan warga lain mendapatkan beras yang bagus.

"Yo kalo bisa dapet beras yang agak bagus dikit bae jadilah soalnya kan murah dak nak nuntut bagus kami, tapi kalo la jahat nian cak ini susah kami pak, apolagi pas la dimasak, baunyo duo kali lipat dari yang belum dimasak. Enak kalo punya kenalan di pasar, pacak nuker dengan beras yang agak bagus, misal kito dapet 15 kilogram  pacak Kito tuker di pasar jadi 7 kilogram beras bagus, nah beras  bagian tadi dak tau dikemanoke oleh wong pasar, apo dibuat pakan ternak atau cakmano," pungkasnya.

Sementara itu, Ari Sayfudin selalu Sekretaris Desa Terusan saat dikonfirmasi mengatakan dirinya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk mengambil tindakan.

"kita akan kordinasi dengan kades, jika mengharuskan, kita akan kembalikan beras ini ke Bulog," kata Sekdes yang juga mengatakan jika sudah 4 bulan ini desa Terusan mendapat jatah beras seperti ini.

Terpisah Junaidi Hanafiah Kepala Perum Bulog OKU saat dikonfirmasi melalui ponselnya masih dengan jawabannya saat masyarakat Kecamatan Lubukraja berbondong-bondong mengembalikan beras jika beras yang didistribusikan pihaknya layak konsumsi.

"Secara umum berasnya itu bagus sama dengan bulan kemaren, kalaupun ada yg kurang bagus itupun paling satu dua karung saja," dalihnya.

Perkataan Junaidi, berbeda jauh dengan apa yang ditemukan di lapangan khususnya desa Terusan yang mengatakan jika sudah 4 bulan ini mendapat jatah beras yang kuning, hancur dan berbau. Bahkan ancaman warga yang ingin mengembalikan beras beramai-ramai dijawab santai oleh Junaidi dengan mengatakan "bahwa kita tukar nanti".[rik]

Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

RABU, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

RABU, 17 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00