RMOLSUMSEL

Home     


TOLAK PUTUSAN BEBAS BANDAR NARKOBA, KEJARI OKU KASASI KE MA
JUM'AT, 14 JULI 2017 , 16:15:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

SUGENG SUMARNO/RMOLSUMSEL
  

RMOL.Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU) menolak putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Baturaja yang memvonis bebas Ferial Mursalin, yang didakwa menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika jenis sabu-sabu.

Karena itu, Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejari OKU memastikan mengajukan upaya hukum kasasi di MA atas putusan Hakim terhadap terdakwa tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU), Sugeng Sumarno SH menegaskan, kasasi itu merupakan langkah pihaknya yang merespons putusan Hakim PN Baturaja Nomor 57/ Pid.Sus/ 2017/ PN.Bta pada tanggal 3 Juli 2017, yang memutus bebas terdakwa Ferial Mursalin dari semua dakwaan.

Putusan bebas oleh majelis hakim yang diketuai Ketua PN Baturaja Singgih Wahono SH tersebut kata Sugeng, dinilai keliru.

"Prinsipnya kalau pertimbangan majelis hakim seperti itu (membebaskan terdakwa,red), kita berbeda persepsi/ pendapat. Saya kasasi, dan akan saya muat alasan-alasan kita, bahwa tidak seharusnya terdakwa Ferial bebas. Akan kita tuangkan seluruhnya berdasarkan fakta persidangan yang ada. Kami tegaskan sekali lagi bahwa tidak seharusnya terdakwa bebas," tebas Sugeng kepada Rmolsumsel via seluler, Jumat (14/7).

Salah satu alasan yang akan dituangkan dalam memori kasasi beber Sugeng, mengenai kotak hitam.

Dimana dalam persidangan, Ferial membantah bahwa kotak hitam dan barang bukti narkotika sabu - sabu di dalamnya punya dia.

Namun, dalam petikan putusan majelis hakim, justru menetapkan kotak plastik warna hitam tersebut dikembalikan kepada terdakwa. Sedangkan isinya berupa narkotika sabu-sabu dikembalikan ke jaksa penuntut umum.

"Kalau kotak hitam itu bukan punya terdakwa Ferial, kenapa harus dikembalikan ke dia (Ferial). Kenapa tidak menyatu dengan sabu-sabu di dalamnya," ujar Sugeng.

Kemudian mengenai saksi dari Pak RT setempat, itu juga tegas Sugeng, akan mereka beberkan.

"Intinya kami tidak sependapat dengan putusan hakim. Nanti akan kita beberkan semua dalam memori kasasi sesuai dengan prosedurnya," kata Sugeng.

Sugeng menyayangkan putusan bebas oleh hakim tersebut, apalagi saat ini semua pihak tengah gencar memerangi peredaran narkoba.

"Ini penyakit masyarakat, merusak mental bangsa. Harus kita perangi," demikian Sugeng.[sri]


Baca juga:
GUBERNUR MENGAJAK ACTION NYATA JANGAN HANYA SLOGAN
KAKANWIL NON AKTIFKAN PETUGAS YANG MENGOTORI LEMBAGA
SATU PETUGAS DIDUGA OTAK PUNGLI AKAN DITARIK DAN DIPINDAHKAN
INILAH BERBAGAI PUNGLI DI LAPAS NARKOTIKA PALEMBANG
DUA JAM MEDIASI KERUSUHAN LAPAS REDA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pegawai PLN Ini Terancam 15 Tahun Penjara
Di Sidang, Miryam Malah Menggoda Saksi Ahli KPK
Pak Lurah dan Pak RT Terciduk Nyabu Bareng