RMOLSUMSEL

Home     


HUNIAN VERTIKAL TEROBOSAN BARU UNTUK PALEMBANG
JUM'AT, 14 JULI 2017 , 15:13:00 WIB

RMOLSUMSEL
  

RMOL. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki membuka resmi pembukaan Short Course yang diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Short Course mendatangkan langsung Ketua I Ir. Steffie Tumilar, M.Eng, di Hotel Santika untuk memberikan pelatihan kepada peserta Short Course. Tema Short Course kali ini adalah Keandalan Struktur Hunia Vertikal dengan materi “Kegagalan, Penilaian, Pemeriksaan, Perbaikan Struktur dan Foundasi Gedung, Jumat (14/07).

Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) merupakan organisasi nasional yang menghimpun para ahli konstruksi di Indonesia. Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) didirikan pada tanggal 2 Oktober 1971 oleh 36 orang Insinyur dalam bidang ketekniksipilan.  HAKI juga aktif berpartisipasi dalam berbagai komunitas Jasa Konstruksi tingkat international seperti menjadi anggota ACF (Asian Concrete Federation) dan ACECC (Asian Civil Engineering Coordinating Council).

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Sumsel H. Ishak Mekki mengapresiasi dan menyambut baik atas terselenggarakannya Short Course. Mengingat saat ini Provinsi Sumsel semakin hari semakin padat yang berujung ketersediaan tanah kini makin sedikit, terutama untuk wilayah perkotaan. Alhasil persaingan harga tanah di beberapa lokasi strategis  menjadi semakin ketat. Ia mengharapkan para ahli konstruksi mampu memikirkan bagaimana solusi bentuk daripada fisik kota kedepan.

"Untuk itu saya menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya acara ini mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kita semua khususnya Kota Palembang yang semakin hari semakin padat ini, Saya harap konstruksilah yang akan mewujudkan agar kiranya nanti mewujudkan pembangunan-pembangunan yang merata dan berkeadilan,"

Dikatakan Ishak, sekitar 60 persen penduduk Sumsel tinggal di perkotaan, belum lagi urbanisasi perpindahan dari daerah ke kota. Kendati demikian, dalam hal ini Ishak mencetuskan solusi agar kosntruksi mampu membuat terobosan membuat hunian vertikal, sebab hunian vertikal membutuhkan lahan yang tidak begitu banyak dan luas, namun menjaga harga tetap terjangkau bagi kalangan menengah dan kebawah.

"Untuk itu perlu pemikiran-pemikiran yang harus kita segerakan bagaimana untuk kita mewujudkan apa yang kita lihat didepan, hunian vertikal menjadi salah satu solusi dalam menghadapi kota yang semakin hari semakin padat ini,"

Diakhir kata sambutannya Ishak berpesan agar konstruksi menambah ilmu wawasan guna nantinya bangunan-bangunan dapat dijamin estetikanya. Seperti pondasi dan pilar-pilarnya harus memenuhi standar yang kokoh dan indah. Untuk itu perlu desain, konsultan, dan para kontraktor yang profesional.

Sementara Komda HAKI Provinsi Sumsel Ir. Syawaluddin Minha turut menambahkan, bagi para ahli konstruksi sangat dipentingkan menguasai wawasan yang luas, sebab pengetahuan mengenai bangunan bukan hanya sains namun pengalaman sangat dipentingkan. Pengetahuan konstruksi ini cukup banyak tidak cukup kalau hanya mendapat ilmu dari perkuliahan saja.

"Kegagalan-kegagalan dalam pembangunan sering terjadi. Ada bangunan retak, miring, bahkan roboh, ini menjadi penting untuk ahli konstruksi di Sumsel ini. Mudah-mudahan dengan adannya kursus yang setiap tahun kita adakan ini akan mengurangi kegagalan ahli konstruksi di Sumsel," tuturnya. [rel]


Baca juga:
HINGGA JUNI, KREDIT BSB KAYUAGUNG TEREALISIR RP70 MILIAR
KARHUTLA DI SUMSEL, TIDAK BOLEH!
GUBERNUR MENGAJAK ACTION NYATA JANGAN HANYA SLOGAN
PULUHAN DESA DI SUMSEL TERANCAM TAK DAPAT CAIRKAN DANA DESA
798 PEDAGANG PASAR CINDE BAKAL DIRELOKASI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Gelar Welcome Dinner, Gubernur Alex Noerdin Hibur Peserta ASTC 2017
Serah Terima Penyuluh KB PLKB Se-Sumsel ke Pemerintah Pusat
ASTC 2017 Dibuka, 23 Negara Berlaga di JSC Palembang