RMOLSUMSEL

Home     


BAN MOBIL BOCOR, RP 600 JUTA LENYAP SEKEJAP
JUM'AT, 14 JULI 2017 , 14:13:00 WIB

RMOL.  Tindak kejahatan jalanan dengan modus ban bocor di Pontianak, Kalimantan Barat kembali memakan korban.

Uang sebesar Rp 600 juta milik Koperasi Argo Utama Makmur yang bermitra dengan PT Sawit Jaya Makmur (SJM) dan Kusuma Alam Sari hilang, Kamis (13/7).

Peristiwa bermula ketika Yulianus Iskandar (43) mengambil uang di salah satu bank di Pontianak.

Dia nekat mengemudikan mobil Xenia bernomor polisi KB 1669 SF dan mengambil uang sendiri tanpa ada pengawalan.

Usai mengambil uang, dia hendak menuju Kantor Pos di Jalan Rahadi Oesman, Pontianak Kota.

Dari Jalan Agus Salim, Yulianus memutar di Jalan Diponegoro. Setibanya di Jalan Tanjungpura dia langsung melaju ke arah Kantor Pos.

Saat melewati Tugu Adipura, tepat di depan Mako Pomdam XII Tanjungpura atau Taman Alun-Alun Kapuas, dia merasakan kejanggalan pada bagian belakang mobilnya.

Rupanya, ban kendaraannya bocor. Yulianus akhirnya turun untuk memperbaiki ban mobilnya.

“Saya lihat ternyata bannya kempis. Ketika saya keluar dari kendaraan, pintu mobil dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci,” kata Yulianus saat ditemui di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora.

Dia mengaku menyimpan uang yang baru diambilnya di dalam tas hitam. Tas itu diataruh di kursi depan.  Rencananya, uang itu digunakan untuk membayar jasa penimbunan jalan. Saat mengganti ban serap, Yulianus sempat khawatir.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengendarai sepeda motor berkaus putih menyapanya. Orang itu memberi tahu bahwa ban mobil Yulianus kempis.

“Sudah was-was. Ketika saya buka pintu mobil sudah tidak ada. Uang hilang sama tasnya,” imbuhnya.

Dia menambahka, ada seseorang yang tak dikenalnya membantu dirinya mengganti ban.

Orang tersebut sudah dijadikan saksi dalam kasus ini. Yulianus lantas melapor kepada petugas DLLAJ yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

alu, dia dianjurkan melapor ke Polsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Di sisi lain, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak AKP Primastya Dryan Maestro menjelaskan, pihaknya telah meminta keterangan, baik dari korban maupun saksi.

Tim dari Inafis Polresta Pontianak pun sudah melakukan identifikasi kendaraan Yulianus.

“Langkah awal kami adalah cek TKP. Kami juga mengambil keterangan korban dan saksi,” terangnya.

Dia mengatakan, korban mengaku sudah enam kali mengambil uang tanpa adanya pengawalan. Karena itu, korban merasa aman-aman saja meski tak dikawal petugas.

Saat ini, kata Primastya, sejumlah saksi dan korban masih terus dimintai keterangan. Dugaan sementara, Yulianus sudah dibuntuti pelaku yang mengetahuinya membawa uang banyak.

Berkaca dari modus tersebut, Primastya mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan mengganggap enteng.

“Apabila masyarakat ingin mengambil uang dalam jumlah besar, setidaknya meminta pengawalan pihak keamanan atau petugas, pihak kepolisian selalu siap sedia,” katanya. [ida]


Baca juga:
PASTIKAN MAJU PILKADA, TR HULU JANJIKAN KESEJAHTERAAN HONORER
RUPANYA, BURON PEMBAWA 1 TON SABU-SABU SUDAH TERTANGKAP KEMARIN
RASIS DAN DISKRIMINATIF, PETUGAS AIRBNB DIDENDA 5000 DOLAR
PELAPOR KAESANG BERANG, KASUSNYA DIBUKA POLDA LAGI
AKHIRNYA, SETYA NOVANTO PENUHI PANGGILAN KPK


Komentar Pembaca






Berita Populer

Lima Terduga Teroris di 3 Tempat Diamankan
Tabrak Truk Parkir di Pinggir Jalan, 2 Pelajar Tewas Seketika
Pengacara: Ke Mabes Polri, Uztad Somad Laporkan Masalah Pribadinya