RMOLSUMSEL

Home     


INGIN EREKSI BERTAHAN LAMA, BACA INI YA...
JUM'AT, 14 JULI 2017 , 12:45:00 WIB
LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

DR ASTRID WULAN KUSUMOASTUTI/NET
  

RMOL. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik.

Selanjutnya dalah ereksi, yaitu kemampuan penis untuk menegang dengan proses pengaliran darah karena rangsangan sebagai bagian dari proses untuk melakukan hubungan seks.

Demikian dikemukakan dr Astrid Wulan Kusumoastuti menjawab pertanyaan seorang pembaca Klikdokter.Com yang dikutip hari ini, Jumat (14/7).

Menurut dokter Wulan, gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, di antaranya adalah :
* Kelainan pembuluh darah
* Kelainan persarafan
* Obat-obatan
* Kelainan pada penis
* Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Dikemukakan dr Astrid Wulan Kusumoastuti bahwa agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi.

" Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini," katanya.

Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman,  juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab.

"Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh," tambah dia.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus DE karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.
Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll).

Setelah didapatkan faktor pencetus, menurutnya, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat.

"Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai," kata dr Wulan.

Ia juga menganjurkan penderita untuk bertanya langsung mengenai ketersediaan dokter spesialis urologi di daerah masing-masing melalui rumah sakit umum daerah terdekat. [ida]


Baca juga:
SUMUT DIGUNCANG GEMPA, GETARANNYA SAMPAI KE RIAU
KULIAH TANPA IZIN, JARI ISTRI CANTIK INI DIPOTONG SUAMI SENDIRI..
JOKOWI: TIDAK ADA RESHUFFLE MINGGU INI
798 PEDAGANG PASAR CINDE BAKAL DIRELOKASI
TENTUKAN CAGUB, HANURA LIBATKAN DPC


Komentar Pembaca






Berita Populer

Film "Chick-Chick" dan "Sowan" Wakili Indonesia di Singapura
Juri Percaya Mampu Berjaya di Singapura