Bunuh Suami dan Kekasihnya, Black Widow Nikmati Rp 117 Miliar

Kriminal  JUM'AT, 14 JULI 2017 , 12:30:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Bunuh Suami dan Kekasihnya, Black Widow Nikmati Rp 117 Miliar

black widow/net

RMOL. Chisako Kakehi (70) adalah jutawan Jepang, yang kini tersandung kasus pembunuhan. Ia digelari Black Widow alias Janda Hitam, karena sifatnya mirip dengan laba-laba yang langsung membunuh pasangannya setelah kawin itu.

Dilansir dari Kantor Berita CNN, Jumat (14/7), Kakehi didakwa membunuh tiga pria termasuk suaminya. Dia juga didakwa coba membunuh seorang pria lainnya. Kejahatan tersebut dia lakukan semata-mata demi uang asuransi pria-pria tersebut.

Menurut jaksa penuntut umum (JPU), Kakehi menggunakan racun sianida untuk membunuh keempat kekasih dan suaminya itu. Dari kejahatan yang dilakukannya tersebut, ia berhasil mengantongi duit 117 miliar rupiah lebih hanya dalam kurun 10 tahun.

Pada sidang bulan lalu, Kakehi mengejutkan publik. Sebab ia mengaku membunuh satu pria lain lagi dari yang didakwakan padanya.  Itu ia lakukan pada 2013.
"Saya benci dia sehingga ingin membunuhnya. Saya mencari kesempatan, lalu menemukan moment yang tepart," akunya.

Sementara stasiun televisi Fuji mengutip pernyataan Kakehi yang menyebut semua pembunuhan itu dilakukan karena uang.

Tapi, pada Rabu (12/7) Kakehi tiba-tiba mengubah pernyataannya. “Saya tidak ingat,” katanya singkat.

Di sisi lain, pengacara Kakehi terus berkeras kliennya tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan suaminya, Isao Kakehi, dengan alasan demensia atau pikun.

Sebelumnya, dokter menyebut Kakehi menderita demensia tahap awal, namun bisa mengikuti persidangan. Jika terbukti bersalah atas seluruh pembunuhan tersebut, Kakehi bisa dijatuhi hukuman mati.
Namun, Kakehi sepertinya tidak ambil pusing. “Saya senang bisa mati jika kamu beri saya obat sekarang,” kata dia.

Kekahi mencari ‘mangsa’ melalui agensi kencan. Umumnya, dia mencari pria lanjut usia atau sakit, namun punya kekayaan yang tidak sedikit dan tidak punya anak.

Jaksa menyebut Kakehi akan membunuh pasangannya setelah dia dijadikan ahli waris dalam polis asuransi. Namun, kekayaan yang dikumpulkan Kakehi lenyap karena dia gemar berjudi melalui jual-beli saham.

Di sisi lain, sistem peradilan Jepang mendapat banyak kritik menyusul kasus Kakehi yang populer. Kritikus mempertanyakan tidak adanya kecurigaan atas kematian para kekasih dan suami Kakehi.

Bahkan, tiga korban Kakehi sebelumnya tidak diotopsi dan sianida hanya ditemukan di tubuh salah satu korban.

Polisi yang menggeledah rumahnya di Kyoto, menemukan jejak sianida di tempat sampah. Mereka juga menemukan sisa-sisa perlengkapan untuk menyuntikkan obat dan buku kedokteran di tempat tinggal Kakehi. [ida]







Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

Ishak Mekki Tinggalkan Rumah Dinas

RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 09:45:00

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

Hengkang dari PDIP, Irwansyah ke PKS

RABU, 10 JANUARI 2018 , 12:31:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00