Nelayan Minta Menteri Susi Ramah

Ekonomi  JUM'AT, 14 JULI 2017 , 11:45:00 WIB

Nelayan Minta Menteri Susi Ramah

Foto/Net

RMOL. Selain sosialisasi dan pola ko­munikasi yang baik yang harus dilakukan, pemerintah juga harus mewujudkan program-program pro nelayan di sisa masa pemerintahan Jokowi-JK ini.

Koordinator Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru menyampaikan, sejauh ini sudah cukup banyak program yang sudah mulai dipersiapkan dan dijalankan Susi.

"Mungkin yang perlu agak diperbaiki adalah cara berkomunikasi kepada nelayan. Pemerintah harus lebih ramah menghadapi persoalan yang dia­lami oleh nelayan," tuturnya seperti diberitakan RMOL (Induk RMOLSumsel).

Selain itu, perlu ada pengawasan yang konkrit dan tepat sasa­ran dalam realisasi program pemerintah kepada nelayan. Menurut Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini, selama ini, masih banyak eksekusi program dan pengawasan yang tidak langsung dirasakan nelayan di tingkat bawah.

"Perlu pengawasan dan memastikan, bahwa program-pro­gram pro nelayan yang sudah dilakukan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan langsung kepada nelayan Indonesia itu sendiri," ujarnya.

Menurut Siswaryudi, riak ketidakpuasan nelayan akibat kebijakan baru, seperti kebijakan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan adalah hal lumrah. Meski begitu, lanjut dia, perlu upaya menjembatani dan mengomunikasikan lang­sung kepada nelayan di tingkat bawah, agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan.

"Kita mendukung upaya pe­merintah menjaga dan mengem­bangkan alat tangkap yang ra­mah lingkungan serta pro ne­layan. Itu perlu dikomunikasikan dan disosialisasikan langsung kepada nelayan kita agar tidak salah kaprah, agar terjadi pertu­karan informasi yang sehat, serta menghindari konflik. Menteri harus juga ramah terhadap ne­layan Indonesia," ujarnya.

HNSI, menurutnya, telah menyampaikan mendukung langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melarang penggunaan cantrang sebagai alat tangkap ikan. Ketua Umum HSNI Yussuf Solichien Martadiningrat mengatakan, pelarangan cantrang sebagai alat tangkap ikan dilakukan demi menjaga ketersediaan ikan di masa mendatang agar tak habis dijaring secara masif.

"Kita juga melihat masa de­pan, kalau alat tangkap tidak ramah lingkungan kan memba­hayakan. Bagaimana anak cucu kita kalau sekarang sudah diku­ras," katanya dalam Rakornas Satgas 115 di, Jakarta Pusat, Rabu lalu.

HNSI pun setuju dengan lang­kah Susi yang melarang penggu­naan cantrang dan beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan. Namun, pihaknya juga minta kepada Susi untuk memberikan solusi terbaik dalam memberi­kan kemudahan dalam meng­ganti alat tangkap ikan.

Yussuf juga meminta agar per­bankan memberikan kemudahan kredit bagi nelayan yang ingin mengganti alat tangkapnya. Pasalnya, harga alat tangkap ikan untuk kapal ukuran tertentu terbilang mahal.

"Pemerintah bantu melalui OJK melalui perbankan nasional untuk memberikan kemudahan, keringanan kepada nelayan un­tuk mengganti alat tangkap. Katakan alat tangkap Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar, harus ada pendampingan," ujarnya.[rik]
 

Komentar Pembaca
Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

SELASA, 17 APRIL 2018 , 11:00:00

Rizal Ramli, Sang Ngofa Tidore

Rizal Ramli, Sang Ngofa Tidore

SENIN, 16 APRIL 2018 , 19:00:00

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

SENIN, 12 MARET 2018 , 15:20:00

Cawako-Cawawako Sampaikan Visi Misi

Cawako-Cawawako Sampaikan Visi Misi

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 10:17:00

Progres Taman LRT

Progres Taman LRT

SELASA, 06 MARET 2018 , 10:59:00