RMOLSUMSEL

Home     


PEJUANG HAM MENINGGAL, PEMERINTAH CHINA TUAI KECAMAN INTERNASIONAL
JUM'AT, 14 JULI 2017 , 11:31:00 WIB
LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

LIU XIAOBO/NET
  

RMOL.  Pemerintah China menghadapi kritik internasional karena perlakuannya kepada pemenang Hadiah Nobel sekaligus pejuang hak azasi manusia (HAM), Liu Xiaobo. Liu meninggal di rumah sakit kemarin setelah sekian lama tak mendapat izin berobat.

Diberitakan CNN, Jumat (14/7), Liu wafat dalam usia 61 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker. la menghabiskan waktu lebih dari sat dekade di balik jeruji besi, karena memperjuangkan reformasi politik termasuk ambil bagian dalam protes tragis di Lapangan Tiananmen 1989.

Liu telah menjalani hukuman penjara 11 tahun karena dakwaaan melakukan tindakan subversi terhadap pemerintah. Dia terdiagnosa menderita kanker stadium akhir pada Mei lalu.

Pemerintah China menolak mengizinkannya berobat ke luar negeri,sekalipun itu keinginan Liu dan banyak tekanan dari dunia internasional. Kematian Liu akibat kegagalan banyak organ. Dia menjadi pemenang Nobel pertama yang meninggal di tahanan setelah Carl von Ossietzky pada masa Nazi di Jerman tahun 1938.

Berit Reiss-Andersen, Ketua Komite Nobel Committee Norwegia yang merupakan badan pemberi Hadiah Nobel, mengatakan bahwa pemerintah China bertanggung jawab atas kematian prematur Liu.

Dalam satu pernyataan yang dikeluarkan kemarin, Berit mengatakan bahwa Liu Xiaobo merupakan wakil dari jutaan roang di seluruh dunia, bahkan China.

"Pemikiran-pemikiran yang beresonansi bersama jutaan orang di seluruh dunia. Pemikiran-pemikiran ini tak bisa dipenjarakan dan takkan pernah mati," kecamnya. [ida]


Baca juga:
SUMUT DIGUNCANG GEMPA, GETARANNYA SAMPAI KE RIAU
PERPPU ORMAS LEBIH KEJAM DARI PENJAJAHAN BELANDA, ORLA DAN ORBA
KARHUTLA DI SUMSEL, TIDAK BOLEH!
GUBERNUR MENGAJAK ACTION NYATA JANGAN HANYA SLOGAN
KULIAH TANPA IZIN, JARI ISTRI CANTIK INI DIPOTONG SUAMI SENDIRI..


Komentar Pembaca






Berita Populer

Rakerda PAN Kacau, Herman Deru 'Balik Belakang'
Ketua PAN Didesak Mundur, Eko: Legowolah, Itu Lebih Terhormat!
Bertekad Menang Besar Pilkada 2018, Demokrat Ajukan Nama-nama Beken