RMOLSUMSEL

Home     


DEWAN PERTANYAKAN TRANSPARANSI ANGGARAN ASIAN GAMES 2018
KAMIS, 13 JULI 2017 , 22:50:00 WIB

  

RMOL. Kalangan dewan mempertanyakan sejumlah transparansi pengajuan anggaran yang diminta Inasgoc terkait penyelenggaraan even Asean Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Basuki menjelaskan, banyak hal yang perlu dijelaskan dari total anggaran sebesar Rp 4.9 triliun yang disampaikan Ketua Inasgoc, Erick Thohir dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI. Salah satunya soal pertanggungjawaban mengenai anggaran sebesar Rp600 miliar.

"Apa sudah ada pertanggungjawaban dari Inasgoc terkait anggaran Rp600 miliar, karena sampai sekarang kami belum menerima soal laporan itu, memang betul sekarang Inasgoc sudah ada Peppresnya bahwa  pertanggungjawaban baru diberikan nanti setelah penyelenggaraan Asian Games paling lambat akhir Desember," kata dia dalam RDPU, di Komisi X DPR RI, Senayan, Kamis (13/7).

"Hanya ini anggaran yang telah digelontorkan pada 2015/2016 yaitu campaign fee dan broadcasting fee, ini yang sebetulnya kami terus terang saja bukan tidak percaya tapi ini soal sukses administrasi kita tidak ingin meninggalkan hal-hal yang kurang baik kemudian harinya," tambahnya.

Mantan atlet petenis itu, juga mempertanyakan soal anggaran yang ditujukan kepada setiap Deputy Inasgoc.

"Saya melihat di Deputy I perlengkapan Cabor untuk tes event ini untuk apa saja?, karena untuk Deputy I ini anggarannya sebesar Rp 1.2 triliun untuk tahap I kemarin sudah dikeluarkan Rp 20 miliar, apa urgensinya seperti apa dan Cabor apa saja?" tanyanya.

"Lalu, Deputy II yang dimana anggarannya sekitar Rp1,68 triliun, saya tidak mengerti soal adanya anggaran untuk dekorasi looks of the games karena anggarannya besar Rp175 miliar, terus opening dan closing Asian Games yang tahap keduanya mencapai Rp205 miliar, apakah urgen karena itu dilakukan nanti pada saat di eventnya di 2018? masih ada waktu," papar politikus PAN itu.

Yayuk menjelaskan, penyisiran atas pengajuan anggaran yang disampaikan Inasgoc sebagai penyelenggara event Asian Ganes 2018, semata-mata karena kondisi perekonomian atas anggaran pemerintah sedang mengalami devisit.

"Saya menyisir begini karena anggaran pemerintah kita saat ini sedang devisit, sehingga kita mau agar anggaran tepat sasaran dulu mana yang didahulukan dan kita setujui," ujarnya.

"Pada Deputy III soal pembangunan sistem Website Asian Games, yang pada pengajuan tahap II ini ada sekitar Rp957 miliar mungkin saya perlu penjelasannya seperti apa? terus terang saya sebetulnya dibilang kecewa atas pemasaran tentang Asian Games belum terlihat banyak, dengan anggaran ini saya ingin tahu pemasarannya seperti apa?" tandasnya. [sam]


Baca juga:
JOKOWI: TIDAK ADA RESHUFFLE MINGGU INI
NOORSY: UTANG NEGARA PINTU MASUK PENJAJAHAN
HARNOJOYO : SEMUA PELAYANAN DI KECAMATAN PALEMBANG LEBIH NYAMAN DARI BANK
DISHUB TERPAKSA SERAHKAN KE PIHAK SWASTA KARENA ULAH JURU PARKIR
798 PEDAGANG PASAR CINDE BAKAL DIRELOKASI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Tim Sepakbola PALI Seperti Dikebiri
Terus Semangat, Sriwijaya FC Ikut Turnamen Walikota Padang
Usai Sabet Emas Porprov, Dhani Wakili Sumsel di Kejurnas Biliar