RMOLSUMSEL

Home     


DISHUB TERPAKSA SERAHKAN KE PIHAK SWASTA KARENA ULAH JURU PARKIR
KAMIS, 13 JULI 2017 , 21:30:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

  

RMOL. Langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang melibatkan pihak ketiga terkait pengelolaan parkir tepian jalan, karena kondisinya sudah sangat krodit. Dimulai dari sikap juru parkir (Jukir) yang sering bersikap sewenang-wenang dan menerapkan tarif jauh diatas ketentuan Peraturan Daerah (Perda), banyaknya jukir liar sampai dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir tidak sesuai dengam jumlah titil parkir menjadi penyebabnya.

Kepada RMOL Sumsel, Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan menerangkan, apa yang dilakukannya dengan menerapkan parkir meter berbasis online, demi menciptakan kenyamanan dan keamanan yang didapat masyarakat saat memarkirkan kendaraan di tepian jalan.

Pasalnya, persoalan parkir selama ini menjadi persoalan yamg harus dibenahi pemerintah. Karena, ulah jukir dan oknum-oknum yang melakukan pengelolaan parkir selama ini hanya bersikap mengambil keuntungan pribadi.

Melalui PT Tekno Optima Perkasa, selain melakukan penataan terhadap jukir liar, juga untuk capaian PAD Kota Palembang yang selama ini tidak permah diangka 50% dari sektor retribusi parkir.

"Ini kami lakukan pertama karena banyaknya laporan masyarakat terkait pungli tarif parkir diluar Perda, baik iti oleh jukir resmi sampai jukir liar. Hal itu diperparah dengan masuknya retribusi parkir yang tidak sesuai harapan," tuturnya.

Meski melibatkan pihak ketiga, Dishub Kota Palembang tidak serta merta membuang jukir lama. Dimana, bersama PT Tekno pihaknya memberikan kesempatan para jukir lama untuk bergabung dengan sistem gaji perbulan.

"PT Tekno sanggup memberikan gaji Rp1,8 juta ditambah jaminan kesehatan dan asuransi ketemagakerjaan. Hal itu sudah dua bulan terakhir kita lakukan sosialisasi. Tapi sepertinya jukir lama lebih banyak menolak dan lebih suka sistem lama," sampainya.

Pada Selasa (11/7/17) kemarin, Dishub bersama PT Tekno selaku pengelola baru, menerapkan dan melakukan uji coba perdana di sepanjang jalan Koloner Atmo. Dimana, untuk tahap awal PT Tekno sanggup memberikan perhari Rp11 juta untuk masuk ke kaa daerah.

"Coba bayangkan, dengan tarif Rp1.000 untuk motor dan Rp2.000 untuk mobil yang diterapkan mereka sanggup memberikan Rp11 juta perhari. Sebelumnya, hasil yang diterima Dishub dari kawasan itu paling besar Rp2 juta dengan tarif yang biasa diambil jukir lama Rp2.000-5.000 untuk motor dan Rp5.000-20.000 untuk mobil jauh diatas ketentuan Perda," ujarnya.

Meski dilakukan penertiban dan diserahkan ke pihak ketiga. Dishub masih memberikam kesempatan bagi jukir lama untuk bergabung. Dimana, dengan sistem gaji Rp1,8 juta plus jaminan kesehatan dan asuransi ketenagakerjaan.

"Coba siapa yang kejam. Apalagi ini semua untuk kemajuan kota Palembang, bukan individu jukir yang tidak terima dengam sistem sekarang yang lebih manusiawi bagi semua pihak," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Kota Palembang, Kemas Haikal berharap agar jukir lama dapat segera mendaftarkan diri, karena saat ini masih membuka pendaftaran bagi jukir lama untuk bergabung dengan pengelola parkir swasta.

"Kami masih menunggu jukifr lama mendaftar, karena jukir yang sekarang hanya bersifat sementara sampai nanti pengelolaan resmi berjalan di semua tempat di Palembang," jelasnya.

Haikal memastikan bagi jukir lama yang mau bergabung, maka akan diberdayakan. Karena, apa yang dilakukan Pemkot melalui pihak ketiga ingin menata perparkiran yang ada di Palembang dengan sistem online.

"Silakan mendaftar dan kami masih menunggu jukir lama yang akan bergabung, tentuntya dengan sistem gaji," tandasnya. [yip]


Baca juga:
HARNOJOYO BERHARAP KIM DAPAT MENJADI SUMBER INFORMASI MASYARAKAT PALEMBANG
HARNOJOYO AKAN EVALUASI DISDUKCAPIL KOTA PALEMBANG
WALIKOTA TERBAIK DI INDONESIA
FITRI TERIMA PENGHARGAAN PASTIKA PARAMA DARI MENKES RI
HARNOJOYO JADI WALIKOTA TERBAIK DI INDONESIA


Komentar Pembaca






Berita Populer

PT SBA Minta Penerbit SK Palsu Pembangunan Hotel Ibis Harus Dipenjara
Disomasi Posbakum PN Baturaja, Jawaban Kepala Unit Pasar Ini Bikin Dongkol
MTA Bukan Aliran Sesat