RMOLSUMSEL

Home     


NERACA PERDAGANGAN SUMSEL SURPLUS US$ 280,73 JUTA
RABU, 12 JULI 2017 , 12:55:00 WIB
LAPORAN: SADAM MAULANA

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Sumatera Selatan terus konsisten dalam menjaga roda perdagangannya. Hal itu terlihat dari angka neraca perdagangan yang cukup positif di bulan Mei 2017 yang mengalami Surplus US$ 280,73 Juta.

Berdasarkan catatan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), nilai ekspor komiditi nonmigas (Minyak dan Gas), menjadi pendorong tahun ini.

Dimana, nilai ekspor Provinsi Sumsel pada bulan Mei 2017 sebesar US$ 320,86 juta terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 27,28 juta dan US$ 293,58 juta hasil ekspor komoditi nonmigas. Impor Provinsi Sumatera Selatan bulan Mei 2017 sebesar US$ 40,13  juta terdiri dari impor migas sebesar US$ 3,05 juta dan nonmigas sebesar US$37,08 juta.

Meski mengalami penurunan sebesar 0,33% dibandingkan bulan April 2017. Namun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 (Januari - Mei 2016) ekspor Provinsi Sumsel justru mengalami peningkatan sebesar 104,35%.

Melalui siaran persnya, Kepala BPS Provinsi Sumsel, Yos Rusdiansyah menyampaikan, perkembangan ekspor perdagangan luar negeri memiliki peranan yang penting dalam perekonomian dan pembangunan. Hal itulah yang seoertinya terus dijaga oleh Pemerintahannya.

Karena kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor yang merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa. Dengan devisa tersebut negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk menunjang sektor industri.

"Gambaran perkembangan ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan, pada bulan Mei 2017 ekspor Sumatera Selatan mencapai nilai sebesar US$ 320,86 juta," jelasnya.

Sementara, untuk ekspor nonmigas Menurut Komoditi Andalan, nilai ekspor Sumsel bulan Mei 2017 sebesar US$ 320,86 juta terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 27,28 juta dan US$ 293,58 juta hasil ekspor komoditi nonmigas.

Jika dilihat dari catatan, memang nilai ekspor nonmigas bulan Mei 2017 mengalami penurunan sebesar US$ 8,30 juta dari bulan April 2017. Dimana, penurunan ekspor nonmigas disebabkan turunnya ekspor beberapa komoditi andalan yaitu karet, minyak kelapa sawit dan fraksinya dan komoditi kayu/Produk Kayu dibandingkan April 2017.

Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari - Mei 2017 masih didominasi oleh komoditi karet yang mencapai nilai sebesar US$ 959,24 juta, diikuti oleh batubara sebesar US$ 195,93 juta dan minyak kelapa sawit dan fraksinya sebesar US$ 67,08 juta.

"Masalah stabilitas harga menjadi salah saatu penyebab. Jadi bukan karena sistem pengelolaan yang dilakukan pemerintahannya," tuturnya.

Tiongkok, Amerika Serikat dan Malaysia masih menjadi negara tujuan utama Ekspor Sumsel pada periode Januari - Mei 2017, masing-masing mencapai US$ 335,01 juta, US$ 196,70 juta dan US$ 149,43 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 43,36 persen dari total ekspor periode Januari - Mei 2017.

Ekspor ke Uni Eropa pada Januari - Mei 2017 mencapai US$ 211,33 juta. Ekspor ke Uni Eropa mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar US$ 108,43 juta. Begitu juga, ekspor ke ASEAN mencapai US$ 347,73 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2016 dengan peningkatan sebesar US$ 166,34 Juta.

"Secara umum ekspor Sumatera Selatan bulan Mei 2017 mengalami kontraksi dibandingkan April 2017. Adanya penurunan ekspor disebabkan nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama antara lain Jepang turun sebesar US$ 6,41 juta, Korea Selatan turun US$ 1,11 juta dan ekspor ke negara-negara Uni Eropa turun sebesar US$ 6,19 juta," bebernya.

Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk Januari - Mei 2017 dibanding Januari - Mei 2016, meningkat 106,56%, ekspor produk pertanian meningkat 113,31% dan produk pertambangan meningkat sebesar 186,26%.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor secara keseluruhan Januari - Mei 2017, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 80,83%, kontribusi produk pertambangan adalah sebesar 12,73% dan kontribusi ekspor sektor pertanian adalah sebesar 0,99%, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 5,45%.[rik]


Baca juga:
FEBUAR RAHMAN IKUTI PENJARINGAN HANURA
ALEX INGIN BANYUASIN TETAP MILIK GOLKAR
KOMISI V MINTA PEMROV SIAPKAN SDM SAMBUT ASIAN GAMES
SALURKAN BANTUAN PSM SENILAI RP275.880.000
ALEX: GAS, MINYAK, BATUBARA, KARET ADA, BAHKAN SURPLUS BERAS


Komentar Pembaca






Berita Populer

Tahun 2017 Tidak Ada Pemutihan Pajak, Ini Alasannya
Setelah El-Nino, Mungkin Saat Ini Bukan Tahun Ideal Kelapa Sawit
Amankan Pusat Data, Bapenda MoU Dengan BP Batam