RMOLSUMSEL

Home     


DIKUCILKAN DI G20, TRUMP KENA BATUNYA
SENIN, 10 JULI 2017 , 08:30:00 WIB

FOTO/NET
  

RMOL. Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menolak kesepakatan Paris berujung malu di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Hamburg, Jerman, kemarin. Seluruh pimpinan negara menolak sikap AS. Presiden Trump pun seperti dikucilkan. Hmm kena batunya dia.

Informasi yang dihimpun, pembahasan ihwal ini berjalan alot. Perlu waktu hingga dua hari untuk para kepala negara menyatakan sikap. Akhirnya, seluruh peserta kecuali AS, sepakat untuk melanjutkan kesepakatan Paris, sebagai komitmen menyelamatkan udara dunia.

Ke-19 negara itu adalah, Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Britania Raya, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Turki, dan Uni Eropa

Menjadi alot, karena diawali sikap Presiden Trump yang menegaskan tidak akan kompromi untuk melanjutkan kesepakatan Paris. Sikap itu muncul sejak Kamis (1/6) dari Gedung Putih. Dia bilang, kesepakatan iklim Paris 2015, dianggap tidak adil dan merugikan ekonomi AS. Dia berpendapat AS kehilangan produk domestik bruto sebesar 3 triliun dolar dan 6,5 juta lapangan kerja.

Untuk diketahui, kesepakatan Paris telah mengikat AS dan 187 negara di dunia untuk menjaga kenaikan temperatur global di bawah 2 derajat Celcius dan berupaya membatasinya pada 1,5 derajat Celcius.

Sementara, AS telah "menyumbang" sekitar 15 persen emisi karbon global tetapi juga merupakan sumber keuangan dan teknologi yang penting bagi negara-negara berkembang dalam upaya mengatasi peningkatan temperatur.

Sampai di G20, sikap Trump tidak berubah. Dia tetap menolak melanjutkan kesepakatan Paris. Bisa jadi, sebagai negara adidaya, sikapnya akan diikuti oleh negara lain. Faktanya tidak, seluruh kontestan selain AS justru menolak ide Trump.

Nah, melalui pernyataan resmi KTT G20 yang disampaikan Kanselir Jerman Angela Merkel, KTT G20 mengakui sikap AS yang mundur dari kesepakatan Paris, tetapi tidak mengurangi komitmen negara-negara lainnya untuk memperbaiki lingkungan. "Kami mencatat keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari Persetujuan Paris," ujar Merkel seperti diberitakan RMOL (Induk RMOLSumsel) Senin (10/7).

Ditegaskan, para pemimpin G20 lainnya menyatakan kesepakatan yang dilakukan negara-negara dunia untuk membatasi kenaikan suhu global "tidak dapat diubah".

Dalam konferensi pers penutupnya, Merkel mengatakan dia masih menyesalkan sikap Trump terhadap kesepakatan Paris, tetapi dia "bersyukur" 19 negara lainnya menentang upaya negosiasi ulang.

Pernyataan bersama itu juga mengatakan, AS akan “berusaha bekerja sama dengan negara lain untuk membantu mereka mengakses dan menggunakan bahan bakar fosil dengan lebih bersih dan efisien".

Sementara, Presiden Prancis Emmanuel Macron masih berharap bisa meyakinkan Trump untuk mengubah pikirannya. “Saya tidak pernah putus asa untuk meyakinkannya karena saya pikir ini adalah tugas saya," ujar Macron.

Dia mengumumkan, Paris akan menjadi tuan rumah KTT pada 12 Desember yang diharapkannya dapat membuat kemajuan lebih lanjut dalam kesepakatan iklim serta masalah pembiayaannya.

Sebelumnya Sekjen PBB, Antonio Guterres, kembali meminta agar Presiden Trump tidak memutus komitmen negerinya tetapi menambahkan perjuangan melawan perubahan iklim akan tetap berlanjut terlepas dari posisi yang yang diambil AS.

Para pengamat memperkirakan mundurnya AS akan membuat dunia semakin sulit untuk mencapai tujuan yang ditentukan dalam kesepakatan Paris.[rik]


Baca juga:
BUPATI OKI TERIMA PENGHARGAAN KB TERTINGGI
WASPADAI ORANG-ORANG PENDATANG BARU
DI BANYUASIN, SEKRETARIS PAN NAIK MIMBAR PARTAI GOLKAR
SUKSES, HARNOJOYO DAPAT 2 KAPAL
LOBI HARNOJOYO SUKSES, PALEMBANG DAPAT KAPAL KATAMARAN


Komentar Pembaca






Berita Populer

Ida Fitriati Jadi Calon Tunggal PBB
Dua Penguasa Pagaralam Bersaing Tunggu SK PBB
Prabowo: Bantuan Indonesia Untuk Rohingya Cuma Pencitraan