Pernikahan ABG 16 tahun dengan Nenek 73 Tahun

Ketua Dewan: Apa Boleh Buat..

Ragam  RABU, 05 JULI 2017 , 19:20:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Ketua Dewan: Apa Boleh Buat..

Zaplin Ipani menjumpai pasangan pengantin baru yang bikin heboh karena perbedaan usia/RMOLSUMSEL

RMOL. Ketua DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Zaplin Ipani, bersama Hj Indrawati selaku Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) OKU, menyambangi Desa Karang Endah Kecamatan Lengkiti guna menjumpai pasangan pengantin baru yang bikin heboh jagat maya dan dunia nyata.

Sejoli dimaksud yakni Slamet Riyadi, ABG berusia 16 tahun dan Rohaya yang pantas disebut nenek lantaran telah berusia 73 tahun.

Dengan membawa sedikit buah tangan sebagai tanda ucapan selamat atas pernikahan pasangan yang terpaut usia yang sangat jauh itu, Zaplin dan Hj Indrawati berhasil berjumpa dengan keduanya, siang (5/7) tadi, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepada awak media yang menemaninya, Zaplin menyesalkan pernikahan pasangan yang lebih pantas disebut cucu dan nenek itu.

"Kita menyesalkan. Tapi apa boleh buat, karena ini sudah terjadi," katanya.

Tinggal lagi, lanjut Zaplin, pihaknya sebagai unsur Pemerintah dan masyarakat desa Karang Endah  membina, dan membimbing kedua pasangan tersebut.

"Termasuk nanti kalau sudah cukup umur, pernikahan keduanya dapat dilegalkan sampai sah secara administrasi negara," kata Zaplin.

Hj Indrawati menerangkan, bahwa pernikahan pasangan yang menjadi viral di Medsos dan sudah tersiar kemana-mana ini akan tetap menjadi perhatian pihaknya lantaran pengantin pria, yakni Slamet Riyadi, masih belum cukup umur.

"Melihat perbedaan usia dan kronologis yang sudah disampaikan tadi, sepertinya kasih sayang yang dimaksud Slamet masih bias. Pernikahan ini atas cinta apa? Apakah cinta antara anak dan orang tua, apakah cinta kasih berdasar balas budi? Atau memang cinta antara lawan jenis," ujar Indrawati.

Yang pasti menurut dia, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kaum ibu dan orang tua bahwa kita harus menanamkan nilai-nilai, biar tidak salah kaprah dalam berkasih sayang.

Tindakan P2TP2A? "Kita serahkan dulu pada aparat Pemerintah desa setempat. Kalaupun kedepan tetap bermasalah, bisa kita tangani melalui P2TP2A. Dengan syarat tetap secara prosedural denga melapor ke sekretariat kita dan akan kita tindaklanjuti," demikian Indrawati. [sri]


Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

RABU, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

RABU, 17 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00