RMOLSUMSEL

Home     


RENCANA WORKSHOP YAYASAN INI DITOLAK WARGA, ADA APA?
SELASA, 20 JUNI 2017 , 12:59:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

RMOLSUMSEL
  

RMOL. Workshop yang sedianya akan diselenggarakan Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) di Desa Muara Sindang Ilir Kecamatan Sindang Danau Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), pada 5 Juli 2017 mendatang akhirnya batal. Dan disepakati ditunda sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Kesepakatan itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dengan Yayasan SPMAA, di ruang Bupati OKUS, Senin (19/6) sekitar pukul 10.30 WIB.

Hadir dalam rakor tersebut, Wabup OKUS, Kapolres OKUS, Asisten 1, Kankemenag, Kabag Kesra, Camat Sindang Danau, Ketua SPMAA OKUS Gus Adhim, Ketua Forpes H.Ahmad Jauhari Somad, Pimpinan Pengurus NU OKUS H. Imam Sarbini, Ketua PD Muhammadiyah, Kades, Perangkat dan puluhan masyarakat Desa Muara Sindang Ilir, 13 orang santri SPMAA, dan 8 orang anggota Majelis Zikir As Salam Desa Muara Sindang Ilir.

Kenapa ditunda? Kapolres OKUS AKBP Ahmad Pardomuan SH MH melalui Kasat Intel Iptu Hendry Antonius SH menerangkan, ditundanya kegiatan Workshop tersebut menindaklanjuti hasil keputusan sebagian masyarakat Desa Muara Sindang Ilir yang menolak kegiatan workshop tersebut serta tidak adanya perizinan dari Pemerintahan Desa setempat.

"Kapolres OKUS telah mengultimatum seluruh perangkat Desa, unsur masyarakat Desa Muara Sindang Ilir untuk tidak melakukan pelanggaran tindak terhadap keberadaan dan kegiatan Yayasan SPMAA. Apabila terjadi akan ditindak," ungkap Hendry.

Lalu, ada apa dengan SPMAA? Kata Hendry berdasar info yang mereka terima bahwa keberadaan SPMAA ini izinnya dari Kesbangpol sebagai ormas atau LSM, namun rupanya mereka merekrut santri dan menjadikan menjadi Pondok Pesantren. Inilah yang lantas dianggap warga Sindang Danau tidak tepat untuk adat istiadat OKUS.

Kemudian mereka (SPMAA,red) berencana akan mengadakan workshop dengan mendatangkan 100 sampai 200 perwakilan luar. Namun ternyata mereka mengambil keputusan sebagai tuan rumah dalam giat tersebut tanpa koordinasi demgan kesra dan pemerintah OKUS. Masyarakat pun bereaksi.

Apa ada ajaran sesat atau menyimpang di dalamnya? Menurut Hendry, tidak ada yang menyimpang di SPMAA.

"Tapi mereka (SPMAA) ngotot bahwa ajarannya benar, itu kata warga," ujar Hendry.

Atas hasil rakor itupula, keberadaan dan kegiatan Yayasan SPMAA akan dilakukan peninjauan ulang kembali berkaitan dengan Perizinan Kegiatan Yayasan SPMAA yang lebih mengarah kepada pendidikan Agama.

"Untuk kegiatan Workshop tersebut ditelaah lebih lanjut dan untuk sementara dibatalkan atas permintaan warga Sindang Ilir. Itu telah disepakati oleh kedua belah pihak," imbuhnya.

Diketahui, kegiatan Workshop yang akan diadakan oleh Yayasan SPMAA bakal berlangsung pada 5 Juli 2017  mendatang, yang rencananya menghadirkan Pengurus Yayasan SPMAA dari luar Pulau Sumatera. Sudah ada 110 orang yang sudah melakukan Registrasi untuk mengikuti workshop tersebut.[sri]


Baca juga:
PERJALANAN UMROH DIJADIKAN MODUS PERDAGANGAN ORANG
PENAHANAN PENCARI CACING BUKTI APARAT TIDAK MENGERTI UU
INI TUNTUTAN RATUSAN MASSA KE GUBERNUR SUMSEL
TEMUI AKSI RATUSAN MASSA
RATUSAN MASSA MINTA GUBERNUR BUKA MATA PASANG TELINGA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Ingin Dapat SIM Gratis di Polres Prabumulih, Ini Syaratnya
Siap-siap Macet, Simpang Charitas Ditutup 20 Agustus
Rayakan HUT Ke-69 , Polwan Prabumulih Sumbangkan Kaki Palsu