Tempuh Jalur Air Harnojoyo Tidak Mundur Laksanakan Safari Subuh

PEMKOT PALEMBANG  SENIN, 19 JUNI 2017 , 14:54:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Tempuh Jalur Air Harnojoyo Tidak Mundur Laksanakan Safari Subuh
RMOL. Jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalur yang sulit dilalui tidak membuat Walikota Palembang Harnojoyo mundur maupun memabatalkan niatnya untuk melaksanakan safari subuh yang rutin dilaksanakannya setiap hari.

Seperti hari ini, Senin (19/6/17), orang nomor satu di Kota Palembang tersebut didampingi beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyusuri bantaran Sungai Ogan, untuk melaksanakan kegiatan safari subuh di Masjid Syekh M Azzhari kawasan Pulau Seribu Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati.

Hal itu menjadi suatu kebanggaan bagi warga di kawasan tersebut, dimana ungkap salah satu warga Pulau Seribu, H. Munir (40) kepada RMOL Sumsel, baru pertama kali ada seorang pemimpin yang mau datang ke kawasan ini, meski jalur yag dilalui cukup sulit dan jauh.

"Ini kebanggaan bagi kami, karena wilayah kami sangat sulit untuk dijangkau karena terletak dipinggiran bantaran sungai dan Pak Walikota mau datang serta mengajak kebaikan yakni subuh berjamaah, hal ini patut kami syukuri," ujarnya.

Munir berharap, apa yang dilakukan Walikota Palembang sekarang dapat diikuti oleh semua pimpinan. Tidak hanya Walikota, tapi oleh semua jajarannya juga.

"Kami senang ada perhatian yang diberikan kepada kami masyarakat di pinggiran kota. Kami berharap pak Harnojoyo dapat terus sehat dan mendapat berkah dari apa yang ia lakukan," tandasnya.

Sementara itu Walikota Palembang H. Harnojoyo mengatakan safari subuh yang dilaksanakan secara konsisten tersebut banyak memberikan dampak positif dan memberikan informasi bagi Pemerintah dalam menjalankan program program kerja Pemerintah.

"Kalau tidak subuh berjamaah disini, mungkin kita tidak tahu kalau Palembang juga mempunyai kawasan Pulau Seribu," tuturnya.

Tidak hanya itu, dampak subuh berjamaah juga dapat membantu Pemerintah Kota hingga bisa menginventarisir dan mengetahui keadaana kondisi Masjid Masjid di Kota Palembang, seperti terjadi di Kelurahan Ogan Baru, selain terletak dipinggir sungai, Masjid yang sudah ratusan tahun berdiri tersebut merupakan Masjid peninggalan ulama besar Kota Palembang dan perlu dilestarikan karena mengandung makna sejarah yang kental.  

"Tahun 1861 Masjid ini berdiri ditanah Palembang, tentu wajib dilestarikan, tadi saya sudah minta Dinas terkait untuk melakukan pengukuran agar nanti dapat diperbaiki, Masjid ini akan jadi destinasi baru bagi wisata religi," imbuhnya. [yip]



Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00