Jembatan Ampera Terancam Roboh Akibat Air Seni

Politik  SELASA, 13 JUNI 2017 , 21:52:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Jembatan Ampera Terancam Roboh Akibat Air Seni

Bagian Baja Ampera yang mengalami keropos karena air seni

RMOL. Jembatan Ampera yang menjadi icon bersejarah di Kota Palembang kondisinya terancam akibat pengeroposan yang terjadi di beberapa badan jembatan.

Bahkan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) 5, melihat ancaman besar pada jembatan buatan Jepang tersebut saat ini, jika terus dibiarkan.

Kepada RMOL Sumsel, Satuan Kerja Jalan dan Jembatan Palembang Suwarno mengatakan, perlu ada tindakan atas ancaman jembatan yang saat ini terjadi. Karena dari hasil temuan timnya beberapa bagian bagian baja di atas Ampera mulai keropos, jika dibiarkan dikhawatirkan akan berpengaruh buruk pada jembatan.

"Untuk sementara kami lihat pengeroposan akibat air seni (kencing). Ketika kami cek ke lokasi, sangat bau sekali. Karena, kawasan ini kerap dijadikan tempat orang untuk buang air kecil," jelasnya.

Suwarno melihat kebiasaan buruk masyarakat yang mengancam kondisi jembatan buatan jepang ini sudah berlangsung lama. Karena pada bagian lain yang tidak pernah jadi tempat buang air kecil, itu bajanya tidak keropos.

Artinya kebiasaan buruk warga yang suka buang air kecil sembarangan di Jembatan Ampera, ternyata juga berdampak buruk pada jembatan rampasan perang tersebut.

"Harus diketahui air seni mengandung ammonia. Jika ammonia dengan baja bertemu, maka akan terjadi reaksi kimia, hingga menyebabkan pengeroposan," ulasnya.

Untuk itu, lanjut Suwarno, pihaknya tahun 2018 akan mengusulkan untuk anggaran pemeliharan Jembatan Ampera, Rp20 miliar.

"Mungkin, nanti akan kita buat pengamanan supaya lokasi tersebut tidak dijadikan tempat buang air kecil lagi," jelasnya.

Sementara itu, untuk pilar Ampera yang tertabrak tongkang batubara, beberapa waktu lalu, berdasarkan hasil survey tidak mengalami kerusakan berarti.

"Hanya ada goresan cat, tapi tidak sampai mengelupaskan beton. Kalaupun ada itu patahan dari tabrakan yang lama. Karena itu, tetap akan ada injeksi beton 1,25 meter kubik. Selain itu, ada dua karet fender yang rusak dan harus diganti, biayanya bisa sekitar Rp 200 juta lebih," tandasnya. [yip]

Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

RABU, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

Wiranto: Teruskan Pak OSO!

RABU, 17 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00