RMOLSUMSEL

Home     


TEPIS KLAIM CHINA, INDIA RESMIKAN JEMBATAN TERPANJANG
SABTU, 27 MEI 2017 , 10:45:00 WIB
LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

JEMBATAN TERPANJANG DI INDIA/NET
  

 RMOL. Luar biasa. India berusaha keras menepis klaim China atas wilayahnya. Langkah terbaru India adalah hari ini, Sabtu (27/5), meresmikan jembatan terpanjang di negeri itu, yaitu 9,15.  

Jembatan terpanjang itu membentang di atas Sungai Lohit. Jembatan ini menghubungkan Negara Bagian Arunachal Pradesh dengan Negara Bagian Assam. China mengklaim Arunachal Pradesh sebagai bagian dari negaranya, dan menyebut area itu sebagai "Tibet di selatan".

Beijing baru-baru ini menentang keras keputusan India untuk mengizinkan pemimpin spitritual Tibet Dalai Lama mengunjungi negara bagian itu. China protes atas pembangunan infrastruktur militer di sana. Namun India membela hak mereka untuk melakukannya.

"Dengan China semakin agresif, sekarang waktunya untuk memperkuat infrastruktur untuk mempertahankan teritori kami", kata Menteri Dalam Negeri Junior India Khiren Rijiju, yang berasal dari Arunachal Pradesh seperti diberitakan Kantor Berita BBC, Sabtu (27/5).

Rijiju sebelumnya mengatakan bahwa "Arunachal Pradesh adalah bagian dari India dan kenyataan itu tidak akan berubah, terlepas siapa yang menyukainya atau yang tidak".

Pembangunan jembatan Dhola Sadiya dimulai pada 2011.

"Itu adalah pekerjaan yang sulit, sebuah tantangan teknik yang besar, dan kecepatan pengerjaan sedikit dipengaruhi oleh permasalahan kompensasi," kata seorang pejabat di Navayuga Engineering, perusahaan yang membangun jembatan.

Betapapun, jembatan itu dapat diselesaikan tepat waktu. Terlepas dari jembatan, India sedang membangun jalan raya dua lajur trans-Arunachal, memperbaiki sebuah jalan tua dari jaman Perang Dunia kedua dan melakukan empat proyek lanjutan untuk memperlebar jalanan.

Proyek yang lain, untuk memperbaiki sebuah rantai landasan pendaratan untuk pesawat terbang yang mengangkat peralatan berat, juga sedang dikerjakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengangkutan udara strategis India.

"Kami butuh infrastruktur untuk menggerakkan pasukan dan pasokan jika kami harus melawan Cina dan jembatan ini menjadi sesuatu yang baik", kata pensiunan Mayor Jenderal Gaganjit Singh, yang pernah meminpin sebuah divisi di negara bagian itu, kepada BBC.

"India tidak membangun infrastruktur fisik apapun di Arunachal Pradesh selama dua dekade setelah Perang 1962 karena banyak yang dengan bodohnya berpikir bahwa orang Cina akan menggunakan jalanan jika mereka menyerang kembali. Namun sekarang kami kembali ke jalan yang benar."

Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh juga telah menekankan pentingnya membangun infrastruktur di negara bagian itu, sebagai usaha untuk mempertahankan perbatasan yang panjang dengan Cina.

"Kami menginginkan perdamaian, namun perdamaian dengan hormat. Kami ingin mampu menghalangi siapapun yang menganggap kami lemah", Singh berkata kepada anggota Polisi Perbatasan Indo-Tibetan yang menjaga bagian perbatasan dengan Cina.

Pidato tersebut diberikan setelah protes keras dari Beijing terhadap "pembangunan infrastruktur militer di provinsi yang bersengketa".

India telah membuat dua divisi gunung dan akan membuat korps serangan untuk memperkuat pertahanannya melawan Cina.

"Namun kekuatan pasukan sia-sia jika kami tidak memiliki jalanan dan jembatan untuk menggerakkan mereka dengan cepat saat kami terancam. Menggerakkan mereka dengan peralatan berat ke medan perang memegang kunci atas kemenangan", kata Mayor Jenderal Singh. [ida]


Baca juga:
DODI : PRIORITAS BANGUN INFRASTRUKTUR JALAN DAN LISTRIK
AMIEN RAIS: REKLAMASI JAKARTA CONTOH NYATA NEGARA DIGADAIKAN
PANTAU LRT DAN JEMBATAN AMPERA
TIANG JEMBATAN AMPERA RETAK!
TIM SURVEY INDEPENDENT PERIKSA TIANG DAN FENDER AMPERA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Inilah Nama-nama Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP
Kasihan! Titiek Soeharto Hanya Dijadikan Korban Permainan Politik...
Demokrat Serahkan SK Dukungan Untuk Harnojoyo-Fitri