RMOLSUMSEL

Home     


PENGURANGAN PASOKAN, SEBABKAN BBM LANGKA
SABTU, 20 MEI 2017 , 09:19:00 WIB
LAPORAN: DELTA HANDOKO

NGANTRI PANJANG DI SPBU SIMPANG MANNA/RMOLSUMSEL/DELTA HANDOKO
  

RMOL. Beberapa pekan terkahir masyarakat Kota Pagaralam kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan pertamax baik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun di tingkat pengecer atau pertamini.

Pantauan RMOLSumsel, Sabtu (20/5) terjadi antrean panjang pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat di tiga SPBU di Kota Pagaralam yakni SPBU Desa Perandonan, SPBU Simpang Manna dan SPBU Karang Dalo.

Wawan (30) salah seorang pengendara menuturkan, sudah hampir tiga minggu ini kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis pertamax.

"Bahkan ada beberapa SPBU yang tutup akibat stok BBM tidak ada, dan kalaupun ada harus rela antre berjam jam bahkan sampai satu hari," ungkapnya.

Sementara H.Epi pemilik SPBU Simpang manna membenarkan, beberapa pekan sempa kekurangan bahkan kehabisan stok untuk memenuhi minat konsumen.

Ia mengatakan,bahwasanya per 1 Mei lalu pihaknya (SPBU) pasokan BBM memang terjadi pengurangan pasokan sebanyak 50 persen dari pertamina Kabupaten Lahat.

"Dan sesuai informasi yang kita terima, ini upaya mengantisipasi kelangkaan BBM jelang Lebaran 1438 H mendatang," jelas Epi.

Dengan adanya pengurangan ini, Ia mengatakan, sedikit khawatir lantaran pernah terjadi keributan serta protes dari konsumen dan pemilik kendaraan merasa kecewa karena ketika giliran mereka mengisi kendaraannya kebetulan saja BBM habis.

"Kami mengharapkan agar pengurangan suplai pasokan BBM tidak berlangsung lama dan segera stabil," pungkasnya.[rik]


Baca juga:
BIDIK 1.700 TKS SEBAGAI PESERTA BPJS
MAU JADI CAWAKO INDEPENDEN, KUMPULKAN 26 RIBU KTP
YANG MAU NYALON, NIH JADWAL DAN SYARATNYA!
DI PAGARALAM, 20 PERSEN SEKOLAH PERLU DIREHAB
KPU INGATKAN, PARA CAWAKO-CAWAWAKO MESTI SIAP-SIAP


Komentar Pembaca






Berita Populer

BERKAH Pelaku Usaha Melalui Bank Artha Graha
Amankan Pusat Data, Bapenda MoU Dengan BP Batam
PTBA Optimis Laba 2017 Tembus Rp 2,4 T