RMOLSUMSEL

Home     


HAPUS PASAL PENODAAN AGAMA BERARTI GAGAL PAHAM PANCASILA
JUM'AT, 19 MEI 2017 , 23:12:00 WIB

RMOL. Wacana penghapusan pasal-pasal tentang larangan penodaan agama makin santer berhembus belakangan ini.

Juru Bicara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaikhul Islam Ali menolak wacana penghapusan tersebut.

"Perlu diluruskan Indonesia itu negara beragama. Jadi, pasal itu saya kira bukan hanya relevan tapi fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/5).

Menurut Syaikhul, negara Indonesia menganut ideologi Pancasila bukan liberalisme. Karena itu, pihak-pihak yang ingin menghapus pasal penodaan agama sepertinya tidak paham dengan substansi Pancasila sebagai ideologi negara.

"Di situlah bedanya ideologi negara yang berlandaskan Pancasila dengan ideologi liberalisme. Kebebasan berpendapat atau kebebasan beragama versi Pancasila dibatasi dengan penghargaan pada kebebasan beragamayang lain. Jadi, pihak-pihak yang ingin menghapus pasal penodaan agama tidak paham dengan ideologi Pancasila," jelasnya.

Diatambahkannya, upaya membawa isu penghapusan pasal penodaan agama ke Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah tindakan yang tidak relevan. Sebab, Indonesia sebagai negara merdeka memiliki kedaulatan sendiri dalam hal urusan beragama dan bernegara.

"Jadi lucu jika lihat ada pihak-pihak tertentu yang menggiring melalui rekomendasi PBB segala macam untuk menghapus pasal itu. Kita ini negara berdaulat, kok diatur-diatur dengan pihak luar," tegas Syaikhul yang juga wakil ketua Komisi VII DPR. [wah]   


Baca juga:
ALUMNI 212 BAKAL PATUNGAN BANTU KOMNAS HAM
ANTASARI PERTANYAKAN BARESKRIM HENTIKAN KASUSNYA
202 PEJABAT PEMKOT KEMBALI DILANTIK
SUMSEL YAKINKAN MENHUB SOAL POTENSI KEK TAA
PUSTU SINAR TUNGKAL WAKILI MUBA


Komentar Pembaca






Berita Populer

PT SBA Minta Penerbit SK Palsu Pembangunan Hotel Ibis Harus Dipenjara
Disomasi Posbakum PN Baturaja, Jawaban Kepala Unit Pasar Ini Bikin Dongkol
MTA Bukan Aliran Sesat