RMOLSUMSEL

Home     


PIHAK ASURANSI BUTUH WAKTU 14 HARI UNTUK MENGETAHUI KERUSAKAN JEMBATAN AMPERA
JUM'AT, 19 MEI 2017 , 19:16:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

  

RMOL. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masih harus menunggu waktu 14 hari untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pada jembatan Ampera, pasca ditabraknya ikon Nasional tersebut oleh tongkang pembawa Batubara dengan nomor lambung ARK04  yang dibawa kapal pandu Tanjung Buyut milik PT Jasa Angkut Indonesia (JAI) Palembang Wilayah Operasi II kemarin.

Dimana, tim survey independent dari pihak Asuransi Spica Service Indonesia, baru sebatas melakukan survey visual, untuk melihat kondisi tiang dan fender jembatan yang tertabrak.

Kepada RMOL Sumsel, Manager Penundaan PT JAI Palembang Wilayah II, Teddy Gunawan menyampaikan, saat ini pihaknya masih menunggu tahapan selanjutnya.

"Tadi sudah lihat sendiri semua pihak sudah turun, mulai dari Dishub, Dinas PU, Balai dan pihak Asuransi. Sekarang ini kita hanya bisa menunggu dulu," sampainya.

Teddy mengatakan, pihak PT JAI yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo (Persero) belum dapat berbuat apa-apa. Karena dari sisi teknis masih menunggu, apakah nanti setelah di survey visualisasi tahapan selanjutnya akan menggunakan alat.

Karena perlu ada pemeriksaan secaa mendalam apakah ada keretakan maupun pergeseran. Dan itu hanya tim teknis yang dapat menjelaskannya.

Daru pihaknya memastikan jika dari sisi penanggung jawab pihaknya siap. Apapun itu dan besaran biaya yang ditimbulkan.

"Intinya kami siap bertanggung jawab, karena sudah ada tim survey dari pihak Asuransi yang datang kesini. Dari sisi pembiayaan sudah tidak ada masalah," jelasnya usai memeriksa kondisi Jembatan Ampera, Jumat (19/5/17).

Dari hasil pantauan tim survey sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi hal itu tidak bisa diputuskan secara visual saja. Dan dati tim menyampaikan butuh waktu 14 hari untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan.

Selain itu, untul memutuskan apakah dibutuhkan alat untuk memeriksa tiang sampai kedalam, masih menunggu keputusan juga. Apalagi menggunakan alat tersebut membutuhkan biaya yang besar.

"Tadi dari balai juga tidak bisa memastikan secara pasti. Jadi kita tunggu saja. Karena salah satu tim tenaga ahli dar balai juga ikut memeriksa," ulasnya.

Terkait jaminan uang, Teddy memastikan dimasukkan pada siang tadi. Karena itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ditetapkan.

"Siang kita masukkan uang jaminan sebesar Rp150 juta. Tinggal nanti berapa besaran perbaikan akan kita siapkan juga," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan menyampaikan, akan terus memastikan jika PT JAI dan Pelindo akan berkomitmen serta bertanggung jawab penuh.

"Sesuai komitmennya kemarin dihadapan Walikota, hari ini kondisi jembatan mulai diperiksa," ulasnya.

Agar tidak terjadi lagi, Kurniawan mengatakan akan kembali mengkaji terkait aturan bagi angkutan sungai yang melintas di Sungai Musi.

"Nanti akan kita kaji lagi aturan agar insiden ini tidak terjadi lagi. Apakah nanti dendanya dibesarkan atau sanksi seperti apa. Yang penting sekarang mereka berkomitmen dan bertanggung jawab," ucapnya. [yip]


Baca juga:
BESOK PAGI, TIM KONSULTAN PERIKSA KERUSAKAN JEMBATAN AMPERA
SERVER RUSAK, PROSES PEREKAMAN E-KTP DI PRABUMULIH TERGANGGU
HARNOJOYO MINTA PELINDO TANGGUNG JAWAB
PANITIA AKSI SERIBU LILIN DI MONPERA MINTA MAAF
ASRAMA MAHASISWA PRABUMULIH DI YOGYA INI HABISKAN RP 4 M


Komentar Pembaca






Berita Populer

Bupati Muak dengan Pejabat yang "Minta Alem"
Nikmat Sesaat: Buat Video Mesum, 5 Pelajar Ini Rasakan Akibatnya
Ditinggal Guru Sejenak, Siswa Ini Buat Video Remas Payudara