RMOLSUMSEL

Home     


STRATEGI DUA LANGKAH KEJAR PELAKU PENYERANGAN NOVEL BASWEDAN
JUM'AT, 19 MEI 2017 , 18:27:00 WIB

KABID HUMAS POLDA METRO JAYA (PMJ) KOMISARIS BESAR ARGO YUWONO/NET
  

RMOL. Polisi menerapkan strategi dua langkah dalam mengejar pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.

"Jadi perlu saya sampaikan bahwa untuk kasus penyiraman Bapak Novel Baswedan itu ada dua langkah yaitu induktif dan deduktif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Jumat (19/5).

Untuk langkah induktif, terang Argo, polisi akan menelusuri dari tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP, penyidik menemukan barang bukti berupa mug. Saat ini, polisi masih mencari pemilik mug, sekaligus fungsinya. Termasuk, penelusuran melalui CCTV salah satu tetangga Novel.

"Kami juga menemukan foto yang diberikan kepada kepolisian. Ada M dan H. kami cek alibinya, ternyata dua orang itu tak ada di TKP dari keterangan saksi dan IT. Lalu ada AL alias ML yang sempat dicurigai. Tapi, ternyata yang bersangkutan tidak di di TKP," paparnya.

Sedangkan terkait metode deduktif, Argo menerangkan soal motif pelaku melakukan penyerangan. Polisi mempelajari sisi pribadi, pekerjaan Novel hingga sejumlah kasus yang ditanganinya di KPK.

"Soal kasus yang ditangani Novel di KPK. Misalnya soal kasus Ketua Mahkamah Konstitusi, kasus e-KTP, PT PAL, dan sebagainya. Tentunya akan menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian. Apakah ini ada potensi atau tidak ada," urai Argo.

Menurut Argo, sebagian besar orang kerap membenci polisi dan institusinya. Apalagi, yang pernah bersinggungan langsung dengan aparat kepolisian.

"Orang yang berkaitan dengan hukum ya pasti benci (dengan polisi). Saudara yang ditilang aja benci kok sama polisi. Makanya itu kami akan cari keterangannya di situ," kata alumni Akpol 1990 itu seperti diberitakan RMOL (Induk RMOLSumsel).

Sebelumnya, polisi sempat mengamankan pria bernama Miko Panji Tirtayasa yang dicurigai sebagai penyerang Novel. Miko sempat ditahan, Selasa (16/5) lalu, imbas dari ucapan kebencian terhadal Novel dalam sebuah video di Youtube.

Kepada penyidik, Miko mengaku hanya meluapkan emosi karena merasa ditekan saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap Ketua MK, Akil Mochtar.

Keponakan Muhtar Efendi itu pun akhirnya dilepas polisi, karena berhasil meyakinkan polisi dirinya tidak di TKP saat kejadian berlangsung.

"Setelah kami cek, tidak ditemukan hubungan antara Niko ini dengan kasus Novel. Dia, sudah dipulangkan tadi (Jumat)," tutur Argo.

Selain Miko, polisi sempat menahan empat orang dalam penyelidikan kasus Novel. Mereka adalah Hasan, Mukhlis, Muhammad, dan Lestaluhu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum berhasil menangkap pelaku penyerangan. Alasanya, kelima orang tersebut memiliki alibi yang kuat saat peristiwa penyerangan Novel.[rik]


Baca juga:
TIDAK TERBUKTI MENYERANG NOVEL BASWEDAN, NIKO BEBAS
MIRYAM KAGET DIKAITKAN KASUS NOVEL
PENAHANAN PENCARI CACING BUKTI APARAT TIDAK MENGERTI UU
GARA-GARA NIKAH SIRI, ANGGOTA DPRD INI TERANCAM DIBUI
KIRIM WAKIL KE PANSUS HAK ANGKET KPK, GERINDRA KENA SINDIR


Komentar Pembaca






Berita Populer

Cium Dugaan Korupsi, Kejari OKU Bidik 1 Kades dan 1 Intansi
Perampok Sadis Bank CIMB Medan Dipindahkan ke Sekayu
Sat Lantas Polres Banyuasin "Jemput Bola"