RMOLSUMSEL

Home     


PEMKAB KEMBALI DIDORONG DEWAN SELESAIKAN TAPAL BATAS MUARENIM
JUM'AT, 19 MEI 2017 , 07:49:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

NET
  

RMOL. Permasalahan tapal batas antara Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan kabupaten Muaraenim kembali menjadi sorotan kalangan DPRD setempat.

Bahkan, dalam rapat Paripurna tempo hari pun, beberapa fraksi seperti halnya fraksi PKB kembali mendorong Pemkab untuk segera menyelesaikan permasalahan tapal batas itu.

Mengingat terdapat sumber daya alam (minyak dan gas bumi) di wilayah perbatasan itu yang tentu saja dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

Lalu apa kata Pemerintah daerah? Wakil Bupati OKU Johan Anuar saat menyampaikan pidato jawaban bupati terhadap pandangan umum anggota DPRD membahas 6 Raperda, Kamis (18/5) mengatakan, permasalahan tapal batas OKU-Muaraenim saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Adapun upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab OKU untuk titik awal perbatasan, ungkap dia, telah dilakukan kesepakatan bersama antara bersama antara kabupaten OKU, Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten OKU Selatan mengenai koordinat segmen segitiga perbatasan, pada tanggal 3 Mei 2017 di Lumut Balai Kabupaten Muaraenim.

"Dari hasil kesepakatan koordinat segmen segitiga tersebut akan menjadi pedoman dalam pelacakan batas antara kabupaten OKU dengan Muaraenim," sebut Wabup.

Yang jelas Wabup menekankan, bahwa penyelesaian batas antara kabupaten OKU dengan Kabupaten Muaraenim ini akan menjadi prioritas utama dalam penyelesaian batas antar kabupaten.

Namun tentunya, dalam penyelesaian batas wilayah dimaksud, Pemkab OKU akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten perbatasan mengenai kelanjutannya. [sri]


Baca juga:
SATPAM INI TAK SADAR TEREKAM CCTV SAAT MENCURI DI KANTORNYA SENDIRI
SIAP-SIAP..TIM PILKADA PARTAI GOLKAR SUDAH TERBENTUK
INVESTASI HARUS DIJAMIN DENGAN KEAMANAN
SUDAH LAMA TERPILIH, JOHAN ANUAR TAK KUNJUNG DILANTIK
DISPENDA JEMPUT BOLA PENDATAAN PEMBAYARAN PBB


Komentar Pembaca






Berita Populer

Disomasi Posbakum PN Baturaja, Jawaban Kepala Unit Pasar Ini Bikin Dongkol
PT SBA Minta Penerbit SK Palsu Pembangunan Hotel Ibis Harus Dipenjara
Ngambil Agunan di Bank Harus Bayar Rp 5 Juta, Kok Gitu!