RMOLSUMSEL

Home     


BESOK PAGI, TIM KONSULTAN PERIKSA KERUSAKAN JEMBATAN AMPERA
KAMIS, 18 MEI 2017 , 20:58:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

  

RMOL. Besok pukul 09.00 WIB, konsultan konstruksi dari Jakarta yang ditunjuk pihak Asuransi dari Singapura mulai mengecek kondisi jembatan Ampera pasca ditabrak oleh tongkang pengankut Batubara yang dibawa kapal pandu milik PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Palembang Wilayah Operasi II.

Hal itu disampaikan Manager Penundaaan PT JAI Palembang Wilayah II, Teddy Gunawan usai dipanggil Walikota Palembang Harnojoyo di kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, terkait tanggung jawab anak perusahaan PT Pelindo (Persero) tersebut, terhadap insiden penabrakan kemarin, Rabu (17/5/17).

"Kami bertanggung jawab terhadap kasus kecelakaan ini. Bahkan, besok kami memberikan uang jaminan sebesar Rp150 juta selama proses perbaikan fender dilakukan, termasuk ganti rugi satu kapal cepat yang tenggelam pada kecelakaan tersebut," jelasnya kepada RMOL Sumsel, Kamis (18/5/17).

Teddy menerangkan, konsultan konstruktsi akan datang untuk memeriksa tingkat kerusakan di tiang fender termasuk kerusakan pada tiang Jembatan Ampera yang tersenggol bagian depan kapal tongkang.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana akan menambah fender atau tiang pelindung pada semua tiang jembatan Ampera, sesuai permintaan Walikota Palembang Harnojoyo.

"Kami belum dapat memastikan seberapa besar tingkat kerusakan. Nanti dari konsultan tersebut akan diketahui seberapa besar tingkat kerusakan di tiang fender. Jika memang rusak maka akan kita ganti. Tapi jika dilihat dari pantauan kami kemarin, kerusakan hanya terjadi pada fender, karena saat tabrakan terjadi kecepatan tongkang kurang 7 knot," tutur pria yang juga menajabat Manager Kepanduan PT Pelindo (Pelabuhan Indonesia).

Bentuk tanggung jawab yang dilakukan PT JAI ini juga, ungkap Teddy, tidak akan melibatkan pihak perusahaan Batubara, karena kecelakaan yang terjadi merupakan tanggung jawab penuh jasa pandu pihaknya.

"Saat ini 12 orang kru sedang diperiksa oleh pihak Kepolisian yakni Satpol Airud Polda Sumsel, apakah ada kelalaian dari insiden tersebut. Dan itu merupakan salah satu tanggung jawab kita," ucapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian tabrakan, pihaknya akan menambah fender dan memperbaiki fender yang rusak. Karena, selama dermaga Batubara masih ada, maka akan sering terjadi tabrakan.

"Fungsi fender itu mau tidak mau akan tertabrak, menahan benturan. Soal fender rusak akan kita ganti, yang penting jembatannya terlindungi, karena konsennya itu ada pada tiang-tiang jembatan, fendernya tidak apa-apa," ulasnya.

Teddy memastikan selama perbaikan fender dan penambaham fender baru tidak akan menggangu pelayaran yang biasa melintasi sungai Musi. Perbaikannya jika memang ada yang rusak, akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan.

"Kami juga takut jika memang jembatan Ampera rusak. Karena jembatan itu bukan hanya menjadi ikon Palembang, tetapi sudah menjadi ikon Nasional. Jadi, kita akan berupaya jangan sampai ikon tersebut rusak," tandasnya.

Seperti diketahui, insiden tabrakan tiang Jembatan Ampera oleh tongkang Batubara dengan nomor lambung ARK04 yang dibawa kapal takboat Tanjung Buyut yang terjadi pukul 11.00 WIB kemarin.

Atas insiden itu,  jembatan Ampera yang menjadi ikon Sumsel bahkan Nasional, nyaris saja merobohkan jembatan yang membelah Kota Palembang tersebut. [yip]






Baca juga:
BESOK PAGI, JOKOWI RESMIKAN GEDUNG BARU KPK
PEKERJA JICT MAU LAPORKAN RJ LINO KE KPK BESOK PAGI
PERSIAPAN TEST CPNSD
30 RIBU KADER GERINDRA KEPUNG GEDUNG MK BESOK PAGI
RATUDEWA : BANYAK PEJABAT DATANG UNTUK BAHAS HUT


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Jadi Pelaut, Pria Ini Punya 13 Istri dan 17 Anak
Harkitnas, Kodim Gelar Lomba Cerdas Cermat di Atas Kapal Tongkang
Di OKU, Baru Semidang Aji yang Masjidnya Terdaftar di Kemenag RI