RMOLSUMSEL

Home     


GNPF-MUI INGIN REKONSILIASI DENGAN KUBU AHOK, INI KATA DJAROT
KAMIS, 18 MEI 2017 , 13:59:00 WIB

  

RMOL.  Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan mengenai keinginan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) untuk melakukan rekonsiliasi dengan pihak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. GNPF-MUI ingin melakukan silaturahmi demi mewujudkan rekonsiliasi.

Keinginan melakukan rekonsiliasi muncul setelah ada vonis dua tahun penjara dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Ahok dalam perkara penodaan agama. GNPF-MUI mengimbau seluruh masyarakat menerima keputusan itu sebagai upaya rekonsiliasi yang dibutuhkan Jakarta dan Indonesia.

“Siapa yang ngomong? Rekonsiliasi itu seperti apa?,” kata Djarot di Balai Kota, Jakarta seperti diberitakan JPNN, Kamis (18/5).

Pasangan Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 itu menyatakan, tidak pernah menganggap pihak yang berlawanan dengan mereka dalam pilkada sebagai musuh. Karena itu, dia bingung, jika ada keinginan rekonsiliasi dari GNPF-MUI.

“Kami tidak pernah menganggap mereka lawan. Kok, aneh, orang kami enggak ada macam-macam, kok, rekonsiliasi?,” ujar Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu kerap mendapatkan reaksi tidak menyenangkan ketika melakukan kampanye pada Pilkada DKI 2017. Misalnya saja, pengusiran pada saat salat Jumat. Namun, Djarot mengaku, tidak mempermasalahkan hal itu.

“Kami enggak pernah lawan. Kami enggak pernah mencaci maki mereka, enggak pernah loh,” ucap Djarot. [ida]


Baca juga:
AGUS SALAM: IYA TADI DIPERIKSA..
#RIZIEQPULANG JADI TOPIK TERPOPULER DI TWITTER
SEKDA MINTA PERIKSA IZIN BERLAYAR TONGKANG YANG TABRAK AMPERA
JELANG RAMADHAN 2017, SEKDA SUMSEL BUKA GERAKAN STABILISASI PANGAN
AHOKER PERKERUH TUDUHAN CHAT MESUM RIZIEQ-FIRZA


Komentar Pembaca

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun






Berita Populer

Kader Demokrat Masuk Kandang Banteng
Wow! DPP AMPI Dukung Penuh Lury Maju ke Pilkada Palembang
Belum Ada Keputusan Partai Terkait Paslon Ridho-Fikri, Pengamat : Tes Pasar